Kuala Lumpur - Dikatakan pihak United Nations Environment Programme (UNEP), Douglass Cress, lembaga nirlaba Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) telah menjadi pioner bagi praktik berkelanjutan untuk industri kelapa sawit di dunia.
Diakui, Douglas, selama ini pihak PBB kurang memerhatikan RSPO yang telah semenjak lama fokus pada penerapan praktik berkelanjutan guna mewujudkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan. "Minggu lalu kita sudah menandatangai kerjasama antara UNEP dengan RSPO," kata Douglas, Rabu (19/11) di Kuala Lumpur.
sejatinya, PBB sendiri telah memiliki beberapa goals (tujuan) yanghendak mewujudkan antara pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan, atau yang kerap disebut dengan skim ekonomi hijau.
Dengan adanya kerjasama itu, kata Douglas, guna mencari benang merah dari permasalahan lingkungan, sosial dan ekonomi, sekaligus mencari benefit dari ketiga komponen tersebut. "Lingkungan, Sosial dan Ekonomi, harus dicapai kesinergian untuk mendapatkan benefit," tandas Douglas. (T2)










