Berita Lintas
sawitbaik

Palma Serasih Group Aktif di KEE Koridor Orangutan Wehea-Kelay



Palma Serasih Group Aktif di KEE Koridor Orangutan Wehea-Kelay

Info SAWIT, JAKARTA - Pengembangan komoditas berbasis lahan di Indonesia, tercatat telah menerapkan praktik pembangunan hijau. Contohnya kerjasama perusahaan perkebunan kelapa sawit, Palma Serasih Group, dan perusahaan kehutanan dalam  mendorong sebuah komitmen pengembangan KEE Wehea-Kelay, sebagai upaya melindungi kelestarian habitat orangutan dalam skala bentang alam.

Dalam laporan The Nature Conservancy (TNC), pengembangan KEE Wehea-Kelay merupakan komitmen untuk menjaga kelestarian habitat orangutan dalam skala bentang alam.

Dipilihnya bentang alam Wehea-Kelay yang direncanakan seluas 532,143 hektar menjadi KEE, lantaran tingginya keanekaragaman hayati dan kandungan stok karbon yang ada di dalamnya. Kawasan ini juga berfungsi sebagai penyedia jasa lingkungan bagi masyarakat, sebagai sumber air, makanan, maupun sumber kehidupan lainnya.

Inisiatif ini melibatkan berbagai pihak yaitu Pemerintah Kabupaten Berau dan Kutai Timur, pihak swasta, masyarakat adat dan LSM. Pengelolaan KEE Koridor Orangutan Bentang Alam Wehea-Kelay mendorong penerapan Best Management Practices (BMP) oleh pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK), Hutan Tanaman Industri (HTI), maupun perkebunan sawit.

Pihak-pihak yang tergabung dalam forum KEE saat ini adalah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kaltim, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Kaltim, Badan Pengelola Hutan Lindung Wehea (BP-Huliwa) Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kaltim, Lembaga Adat Wehea, The Nature Conservancy (TNC) Indonesia.

Lantas ada lima perusahaan pemegang IUPHHK-Hutan Alam dan Hutan Tanaman, diantaranya PT Gunung Gajah Abadi; PT Narkata Rimba, PT Karya Lestari,  PT Wanabhakti Persada Utama, PT Acacia Andalan Utama dan satu perusahaan perkebunan sawit, PT Nusantara Agro Sentosa unit usaha dari Palma Serasih Group.

Alasan keikutsertaan Palma Serasih Group dalam kerjasama pengelolaan bentang kawasan hutan Wehea- Kelay tersebut, merupakan upaya secara bersama-sama dalam upaya melindungi lingkungan dan kawasan hutan yang menjadi tempat tinggal satwa dilindungi, seperti habitat orangutan.

Langkah ini terjadi lantaranperusahaan telah memiliki komitmen tinggi dalam upaya melindungi kelestarian lingkungan dan habitat orangutan, sebagai salah satu satwa yang masuk dalam ketegori langka dan dilindungi.

Selain sepakat melakukan kerjasama pengelolaan bentang alam Wehea-Kelay, pihak perusahaan juga telah membuat koridor orangutan di sekitar areal perkebunan kelapa sawit, sebagai jalur perlintasan orangutan. 

Termasuk memastikan keberadaan orangutan disekitar wilayah operasi perkebunan kelapa sawit milik perusahaan. Merujuk laporan Survei Potensi Orangutan dan Habitatnya serta Fauna Lain di Areal Konservasi PT. Nusaraya Agro Sawit, yang juga salah satu unit usaha dari Palma Serasih Group, dimana kegiatan survei tersebut berlangsung atas kerjasama Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam, The Nature Conservancy dan PT. Nusaraya Agro Sawit (NAS), menunjukkan bahwa, berdasarkan kondisi umum di lapangan areal konservasi PT. NAS adalah hutan sekunder dan beberapa lokasi didominansi semak belukar bekas terbakar. Hal itu diperkuat dengan jenis tumbuhan penyusunnya adalah jenis-jenis pioneer dan jenis- jenis yang umum dijumpai di hutan sekunder. (T2)