Berita Lintas
sawitbaik

Kemitraan Petani dengan Perusahaan Perkebunan



Suhar (35), Petani Plasma Asian Agri
Kemitraan Petani dengan Perusahaan Perkebunan

Info SAWIT, BATANGHARI - Sejak dikembangkannya pola PIR Transmigrasi tahun 1983/1984 silam, perkebunan kelapa sawit mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Pemerintah mendorong pola kerjasama petani dengan perusahaan perkebunan sebagai plasma perusahaan, dimana keberadaan perusahaan perkebunan dapat memperkuat posisi petani dalam berusaha.’

Pola kerjasama PIR Transmigrasi, yang didukung oleh perusahaan perkebunan swasta, juga sudah berlangsung lama di Provinsi Jambi.

Sejak tahun 1991 silam, PT. Inti Indosawit Subur telah beroperasi membangun perkebunan di Kabupaten Batanghari, mengembangkan perkebunan karet dan kelapa sawit, melalui pola PIR Trans pula. Perkebunan kelapa sawit yang dikembangkan, seluas 5.359 hektar sebagai perkebunan inti dan perkebunan kelapa sawit petani plasma lebih dari 17 ribu hektar.

Menurut salah satu anak petani yang masih melanjutkan usaha orangtuanya, Suhar (35), dahulu orang tuanya mengikuti program PIR Trans untuk dikirim ke Provinsi Jambi, guna mengelola lahan perkebunan kelapa sawit. Lahan perkebunan diberikan seluas 2 hektar dengan lahan rumah dan pekarangan seluas 0,5 hektar.

Sebagai peserta PIR Trans tahun 1991 silam asal Provinsi Jawa Tengah, bersama dengan orang tua dan 2 saudara kandungnya, bergabung sebagai petani plasma dari perusahaan perkebunan PT. Inti Indosawit Subur. Melalui program kemitraan dengan perusahaan, mereka juga mendapatkan jatah hidup (jadup) setiap bulannya dari pemerintah.

Pola petani plasma sebagai mitra perusahaan perkebunan milik swasta, juga mendapatkan bantuan dari pemerintah, berupa subsidi bunga pinjaman selama 10 tahun. Dimana, keberhasilan yang mampu diraih sebagian petani, bisa melunasi pinjaman dari pihak perbankan tersebut, dalam kurun waktu 5 hingga 6 tahun saja.

Tak hanya mampu melunasi hutang kepada pihak perbankan lebih cepat dari tenor yang ditentukan sebelumnya, dalam perjalanan hidup sebagai petani plasma kelapa sawit dewasa ini, juga banyak petani yang memiliki kemampuan ekonomi lebih, seperti kemampuan membeli lahan kebun lainnya di wilayah sekitarnya.

Pada bidang pendidikan, tak jarang ditemukan mahasiswa atau mahasiswi di Perguruan Tinggi nasional dan internasional, yang berasal dari keluarga petani kelapa sawit. (T1)

Lebih lengkap baca InfoSAWIT, Edisi Maret 2017