Info SAWIT, BALIKPAPAN – Segudang pekerjaan rumah masih harus diselesaikan dalam visi menjadikan industri kelapa sawit sebagai penopang utama perekonomian di Kaltim pada masa mendatang. Selain perbedaan penerapan regulasi di setiap daerah, ketentuan terkait penjualan produk di pasar ekspor juga masih membuat bingung pelaku usaha.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim, Azmal Ridwan. Masalah yang masih sering dihadapi perusahaan di sektor ini, kata dia, sudah bisa ditemukan saat pengurusan izin di daerah.
“Masih terjadi, perusahaan yang sama, dengan bidang usaha yang sama persis, mengajukan izin di dua kabupaten berbeda. Di satu kabupaten ada aturan- aturan yang disebut tak wajib, di daerah lain disebutkan wajib dipenuhi,” katanya seeperti ditulis, pojoksatu.id belum lama ini. (T2)










