TANJUNG SELOR – Program pengadaan bibit kelapa sawit untuk warga Tanjung Palas Timur yang dicanangkan Dinas Pertanian (Dispertan) Bulungan tahun anggaran 2014 belum terlaksana.
Menurut Kepala Dispertan Bulungan, M Iqbal, hal ini dikarenakan kontraktor yang mengikuti lelang untuk pengadaan itu tidak menyanggupi spek yang telah ditetapkan. “Padahal kami sudah lakukan lelang tiga kali. Semuanya gagal, karena tidak ada peminatnya,” tuturnya, seperti dikutip Koran Kaltim, Minggu (16/11/2014).
Ia menjelaskan, dari aspek yang ditentukan, kontraktor tidak dapat menyanggupi masalah ketentuan usia bibit serta pengurusan surat-surat keunggulan bibit yang akan disediakan.
“Jaminan dari BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih) Provinsi Kaltim, yaitu benar-benar bibit unggul harus ada. Jangan sampai yang diberikan pada warga bukan bibit unggul dan tidak berbuah. Yang menjadi sorotan warga adalah dinas terkait,” jelasnya.
Sementara tambahnya menerangkan, terkait harga bibit, per pohonnya Rp40 ribu untuk lahan 50 hektar. Anggarannya Rp300 juta. “Satu hektare sekitar 112 hingga 120 bibit dikalikan 50 hektar. Sekitar Rp300 juta,” ujarnya. (T3)










