Info SAWIT, PEKANBARU -Lahan perkebunan sawit Riau seluas 86.000 hektare dikelola 43.000 kepala keluarga kini membutuhkan peremajaan karena tanaman sawit usia 25-31 tahun sudah tidak produktif lagi.
"Untuk melakukan peremajaan itu maka petani membutuhkan bibit sebanyak 12.900 pohon dengan biaya operasional peremajaan mencapai sebesar Rp35 juta," kata Wakil Ketua ASPEKPIR Riau, Syofyan Harahap, di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, belum lama ini.
Syofyan mengatakan, besaran biaya operasional peremajaan Rp35 juta itu justru berbeda dengan kebutuhan Rp50 juta berdasarkan hitungan petani kendati berbeda dengan hitungan pemerintah yang justru lebih dari Rp50 juta itu.
Sedangkan pagu anggaran peremajaan sawit Riau, katanya, hanya Rp25 juta/hektare berupa dana hibah dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Petani sudah meminta pagu anggaran peremajaan sawit itu agar dinaikkan menjadi Rp35 juta/hektare.
"Namun pagu masih tetap Rp25 juta/hektare, dan selisih sisa dana dibutuhkan yakni sebesar Rp15 juta lagi telah diyakini disanggupi oleh petani dengan cara meminjam kredit ke bank," katanya.
Untuk meminjam kredit ke Bank pun, katanya lagi, petani sudah siap antara lain dengan menjaminkan lahan sawit milik mereka. Bank di Riau berani menyalurkan kredit ke petani dengan jaminan lahan sawit mereka yang diyakini bahwa lahan sawit itu sudah betul-betul milik mereka sendiri. (T2)










