Info SAWIT, PONTIANAK - Dinas Perkebunan (Disbun) Kalbar mengakui produktivitas sawit di Kalbar masih rendah. Bayangkan saja bila dibandingkan nasional untuk produktivitas minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sudah di angka 4 ton per hektare per tahun tahun.
Ini dilakukan dengan cara intensifikasi dan berkelanjutan. Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Florentinus Anum, mengungkapkan saat ini produktivitas sawit di Kalbar masih rendah yakni baru 2 ton per hektare per tahun. "Saya menilai produktivitas sawit Kalbar buruk dibandingkan dari daerah lain karena masih dengan program ekstensifikasi. Rasionya 1:2 artinya Kalbar panen 1 lahan sementara daerah lain banyak yang sudah 2 lahan," kata Florentinus saat membuka pertemuan konsultasi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit (Gapki) bersama Pemprov Kalbar, belum lama ini dikutip Tribunpontianak.com.
Menurutnya rendahnya produktivitas komoditas kelapa sawit disebabkan beberapa hal, seperti penggunaan benih asal-asalan sehingga tidak sesuai dengan masa tanam komoditas tersebut padahal korporasi sudah mendapatkan izin usaha perkebunan.
"Yang perlu dilakukan pilih sumber bibit benih yang bermutu dan jelas. Supaya produksi tinggi begitu pula budidaya, pemeliharaan, teknologi pupuk yang berimbang harus diperhatikan, lalu bagaimana pupuk yang tepat pada waktunya. Saya kira penerapan teknologi turut penting pula," katanya.
Dia mengingatkan sektor perkebunan masih menjadi penopang ekonomi di Kalbar sehingga tujuan pembangunan perkebunan di Kalbar harus dikejar yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat. (T2)









