Info SAWIT, JAKARTA – Dikatakan Deputi Direktur Transformasi Pasar WWF Indonesia, Irwan Gunawan, pengembangan komoditas perkebunan berbasis lahan berpotensi bakal memiliki dampak terhadap lingkungan.
Misalnya dalam pengembangan komoditas kehutanan untuk industri kayu lapis, tercatat telah menimbulkan kerusakan hutan. Tidak terkecuali sawit, pula berpotensi berdampak pada lingkungan, sebab itu harapannya sawit tidak mengalami hal yang serupa dengan industri kehutanan seperti industri kayu lapis tersebut. “Sekarang industri kayu lapis sudah koleps,” kata Irwan dalam acara yang diadakan RSPO dan dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.
Lebih lanjut tutur Irwan, terkadang proses ekspansi kebun sawit di tingkat kabupetan juga tidak mengindahkan keberlangsungan lingkungan. “Apalagi aspek legal menjadi sarat minimum,” kata Irwan.
Isu yang juga tak kalah penting ialah hasil produktivitas kebun sawit milik petani terbilang masih sangat rendah sekitar 2,4 ton CPO/ha/tahun, padahal rata-rata produksi nasional mencapai 3,5 ton CPO/ha/tahun. (T2)










