Berita Lintas
sawitbaik

Skim Berkelanjutan Dihadapkan Pada 3 Masalah



Dari Kiri: Diah Suradiredja (Wakil Ketua Tim Penguatan ISPO), Tiur Rumondang (Direktur RSPO Indonesia), Nurdiana Darus (Direktur Asia Tenggara Rainforest Alliance) dan Desi Kusumadewi (Manajer Kelapa Sawit dan Lanskap IDH Indonesia).
Skim Berkelanjutan  Dihadapkan Pada 3 Masalah

Info SAWIT, JAKARTA – Konsep berkelanjutan kini telah menjadi standar tambahan yang harus dipenuhi pelaku industri kelapa sawit nasional. Dikatakan Wakil Ketua Tim Penguatan ISPO, Diah Suradiredja, ada tiga masalah yang dihadapi dalam pengembangan konsep berkelanjutan di Indonesia, diantaranya pertama, terkait definisi berkelanjutan.

Tutur Diah, banyak pihak yang sepertinya kurang memahami konsep berkelanjutan (sustainability), ini terjadi lantaran konsep berkelanjutan didefinisikan secara beragam dengan regulasi yang berbeda.

Kedua, munculnya ketidakpercayaan terhadap skim Indonesia Sustainable Plam Oil (ISPO) lantaran skim ini dianggap belum mampu menjawab persoalan yang ada. “Harapannya dengan dilakukan konsultasi publik bisa didapat solusi,” katanya kepada InfoSAWIT.

Lantas ketiga, mengenai keberterimaan dari para pelaku industri terhadap skim ISPO, termasuk keberterimaan dari marketnya. Sementara dikatakan Manajer Kalapa Sawit dan Lanskap IDH Indonesia, Desi Kusumadewi, adanya pendekatan yuridiksi yang dipimpin pemerintah dan didukung seluruh aktor di sepanjang rantai pasok, termasuk pasar, institusi keuangan, dan LSM bakal menciptakan kekuatan yang luar biasa untuk menjadikan yuridiksi tersebut sebagai Verified Sourcing Area minyak sawit berkelanjutan di dunia. “Sekaligus untuk meraih kesempatan peningkatan perekonomian, kesejahteraan petani dan perlindungan lingkungan,” tandas Desi. (T2)