Info SAWIT, JAKARTA - Sejumlah korporasi yang berbasis di Belanda tengah menjajaki penanaman modal bidang kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia demi memastikan kelestarian produk dari hulu hingga hilir.
Direktur IDH-The Sustainable Trade Initiative Fitrian Ardiansyah menjelaskan perusahaan-perusahaan di Eropa sudah berkomitmen untuk menggunakan produk kelapa sawit berkelanjutan pada 2020. Mereka yang terdiri dari perusahaan industri hilir dan perusahaan perdagangan yang rata-rata berbasis di Belanda menjadi pintu masuk impor produk berbasis minyak kelapa sawit mentah (CPO).
Guna memastikan ikrar tersebut, Fitrian mengatakan perusahaan tidak bisa tidak harus berkongsi dengan pemasok hingga hulu. Saat ini, IDH telah menawarkan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, sebagai sasaran awal investasi mereka.
“Potensi CPO di Muba per tahun itu 1,8 juta ton. Yang sudah tersertifikasi belum banyak, tapi Muba punya komitmen dari bupati, perusahaan, hingga petani,” ujarnya usai acara diskusi Percepatan Penerapan Sawit Berkelanjutan di Jakarta, tulis Bisnis.com.
Fitrian mengatakan paling tidak ada dua skema investasi yang bisa dilakukan perusahaan asal Negeri Kincir Angin. Pertama, investor sebagai pembeli CPO mengikat perjanjian dengan kelompok petani dan pabrik kelapa sawit (PKS). Kedua, investor akan membantu pembiayaan peremajaan kebun baik dengan modal langsung maupun subsidi bunga. (T2)







