Info SAWIT, JAKARTA – Perkebunan kelapa sawit yang ada kawasan Taman Nasional Tesso Nilo memasuki babak baru. Dikatakan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang, bagi petani yag telah menetap selama 12 tahun dan sempat membuka perkebunan kelapa sawit akan diperbolehkan untuk terus memanen sawitnya sampai satu periode tanam. “Kita berikan kesempatan untuk petani bisa memanfaatkan lahan dan memetik sawit yang sudah terlanjur ditanamin itu selama 12 tahun, dari negara sampai kelapa sawit itu mati,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.
Lebh lanjut tutur Bambang, keputusan itu diambil setelah pihak Kementerian Pertanian melakukan komunikasi dengan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Merujuk informasi, petani yang ada di kawasan Tesso Nilo ada sekitar 2000 an petani dengan kepemilikan seluas 2 ha sampai 3 ha.
Selain diperbolehkan untuk terus memetik buah sawit, pemerintah juga akan mempersiapkan regulasi pemindahan petani jika kebun sawitnya telah mencapai satu periode tanam (25 tahun). Tutur Bambang, pihak Kementerian LHK telah menjanjikan akan menyiapkan lahan sampai 2 kali lipat dari kepemilikan saat ini. “Perkebunan sangat komit, untuk menjaga supaya tidak ada kesan bahwa petani kita merambah taman nasional, biar selesai masalah ini dan kehutanan menyiapkan lahan untuk mereka yang dekat dengan melalui pelepasan atau terserah bagaimana,” katanya. (T2)







