Berita Lintas
sawitbaik

Genjot Eskpor Minyak Sawit, Negeri Jiran Lakukan Negosiasi Dengan Iran



Genjot Eskpor Minyak Sawit, Negeri Jiran Lakukan Negosiasi Dengan Iran

Info SAWIT, TEHERAN – Saat ini pemerintah Malaysia sedang melakukan negosiasi pengurangan lebih lanjut dari bea masuk impor minyak sawit dan komoditas lainnya dalam skim Free Trade Agreement (FTA). Menyusul ekspor minyak sawit Malaysia terus tergerus lantaran adanya pembatasan kuota impor dan kebijakan diskriminatif pajak.

Tulis Bernama, tahun 2014 lalu, Iran mengenakan kebijakan  kuota impor minyak sawit, dimana jumlah impor minyak sawit tidak boleh melebihi 30% dari total impor minyak dan lemak. Impor pun menurun drastis sebanyak 47%, dari 997 ribu ton pada 2013 menjadi 330 ribu ton pada tahun 2015.

Pada Maret 2016, kuota impor dihapus dan diganti dengan pajak impor mencapai 40%, sedangkan minyak nabati lainnya hanya dikenakan pajak impor 24%. "kerjasama FTA perlu dipercepat karena itu adalah cara terbaik untuk mengurangi tarif," kata Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Seri Mah Siew Keong.

Sementara itu total ekspor Malaysia ke Iran tahun 2016 senilai sekitar RM 2 miliar, dimana lebih dari setengah adalah ekspor produk minyak sawit dan turunannya. (T2)