Berita Lintas
sawitbaik

Eropa Bakal Tinjau Ulang Peringan Resiko Kesehatan Minyak Sawit



Eropa Bakal Tinjau Ulang Peringan Resiko Kesehatan Minyak Sawit

Info SAWIT, EROPA – Merujuk informasi dari juru bicara perempuan dari European body, Otoritas Keamanan Makanan Uni Eropa (EFSA) bakal kembali meninjau ulang  peringatan pada risiko kesehatan yang berasal dari minyak sawit dan minyak nabati lainnya. Sementara produsen makanan di seluruh Eropa terus memantau perkembangan indikasi resiko kesehetan dalam penggunaan minyak sawit dari lembaga independen. Dimana minyak sawit merupakan salah satu bahan makanan ekoonomis yang banyak digunakan pada macam produk biskuit dan coklat.

Tulis Reuters, sebelumnya pada Mei 2016 lalu, EFSA yang berbasis di Italia menyatakan minyak sawit diduga berpotensi memicu kanker dibandingkan minyak nabati lainnya, saat dipanaskan pada suhu diatas 200 derajat celcius. Namun ini tidak menjadi dasar untuk merekomendasikan konsumen berhenti mengonsumsi produk yang mengandung minyak sawit.

Di Italia, peringatan ini memicu reaksi konsumen terhadap makanan yang mengandung minyak sawit, dan mendorong untuk memboikot supermarket terbesar di negara tersebut, Coop. Bahkan produsen makanan terbesar Italia, Barilla langsung tidak menggunakan minyak sawit, sementara Ferrero produsen produk Nutella memasang iklan untuk mempertahankan penggunaan minyak sawit.

Ilmuwan EFSA dikabakarkan bakal mempertimbangkan laporan dari  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) yang diterbitkan pada bulan November. Dalam studi tersebut, WHO dan FAO mencatat terdapat potensi risiko yang sama ketika dilakukan penyulingan minyak nabati, tetapi kurang fokus mengenai isu yang berkembang di tingkat konsumen terkait beberapa bahan makanan tersebut. (T2)