Info SAWIT, SAMARINDA – Kondisi ekonomi yang terjadi di Benua Etam tak lepas dari pengamatan dunia. Industrie- und Handelskammer (IHK) atau Kamar Dagang dan Industri di Jerman menyayangkan Kaltim menjual bahan mentah sawit, minyak, dan batu bara. Kaltim dinilai punya potensi besar mengembangkan industri manufaktur. Dengan cara itu, masyarakat Kaltim bisa lebih sejahtera.
Koordinator Program IHK Trier di Indonesia Andreas Gosche mengatakan, sejak dua tahun lalu Indonesia mengalami krisis. Pun demikian, pelaku usaha di luar negeri masih menilai Indonesia sebagai negara yang solid. Sebab, hampir tidak ada negara seperti Indonesia. “Indonesia terbiasa dengan gross weight yang lebih tinggi,” papar dia, belum lama ini.
Dia melanjutkan, akibat pelemahan ekonomi tersebut, banyak program pemerintah yang diundur atau dihentikan sementara. Tapi, kata dia, kalau ekonomi global pulih, Indonesia juga ikut pulih dan pertumbuhan ekonomi bakal dipercepat lagi.
Andreas mengatakan, belum lama ini Uni Eropa mengeluarkan resolusi untuk memblokir sawit dari Indonesia. Menurut dia, masalah ini bukan tentang Indonesia saja. Jadi, harus dicarikan solusinya bersama.
Dia mengatakan, untuk menciptakan struktur ekonomi yang kuat harus dipengaruhi dengan menciptakan iklim usaha yang baik, dan merekrut tenaga kerja dari sistem pendidikan vokasi. Dari sisi lain, lanjut Andreas, kebijakan Indonesia sejak 10 tahun lalu berdasarkan ekspor bahan baku. Hal ini membuat Indonesia bertahan dengan baik. Namun, dia mengaku sedih melihat hal itu. Sebab, menjual bahan mentah saja membuat nilai jualnya rendah. Jika dilakukan industri hilirisasi dengan investasi sendiri, kata dia Kaltim bakal mendapat nilai tambah yang berlipat ganda. “Saya rasa masa depan Kaltim di bidang itu,” tegas dia dilansir prokal.co. (T2)







