InfoSAWIT, JAKARTA - Pada April lalu, Parlemen Eropa meloloskan resolusi kelapa sawit bernama Report on Palm Oil and Deforestation of Rainforests. Inti resolusi itu adalah merekomendasikan penghentian impor kelapa sawit dari negara mana pun karena dianggap memicu pembalakan hutan.
Munculnya resolusi tersebut ditakutkan berdampak langsung pada Indonesia. Sebab, resolusi itu merekomendasikan impor dihentikan. Pemerintah atau eksportir kelapa sawit dari Indonesia pun takut minat akan kelapa sawit Indonesia di Eropa terjun bebas.
Jokowi menganggap resolusi tersebut tidak adil dan cenderung merugikan Indonesia. Karena itu, ia berharap dengan kedatangan Presiden Lithuania, Grybauskaite bisa memberikan dukungan kepada Indonesia agar produk kelapa sawit Indonesia bisa diperlakukan secara baik di Eropa.
Dalam keterangan persnya, Lithuania malah tidak menyinggung sama sekali masalah kelapa sawit yang dihadapi Indonesia. Kepada awak media, Presiden Grybauskaite hanya menyampaikan bahwa Lithuania siap bekerja sama dengan Indonesia.
Sebelumnya, Indonesia juga mencari dukungan ke Italia. Dalam kunjungannya ke Indonesia kemarin, Menteri Pembangunan Ekonomi Italia Carlo Calenda menyatakan Italia siap mendukung Indonesia dalam negosiasi masalah kelapa sawit di Eropa. "Tentu dengan mempertimbangkan posisi di Uni Eropa juga," ujar Menteri Calenda. (T2)










