NEW DELHI -Direktur Eksekutif Solvent Extractors' Association (SEA) B V Metha, mengatakan, Indonesia dan Malaysia yang merupakan produsen terbesar kelapa sawit didunia kini tengah bersaing merebutkan pasar minyak sawit ke India.
"Kedua negara tersebut tengah bersaing soal kebijakan ekspor, membuat India menjadi penampung pasokan minyak sawitnya," katanya, seperti dilansir Business Standard, Selasa (16/9/2014).
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki SEA impor minyak sayur ke India meningkat 76 % dalam setahun hingga 1,33 juta ton pada Agustus. Itu merupakan angka impor bulanan tertinggi sejak 1994.
Sebelumnya, untuk mengurangi stok pasokan pemerintah Malaysia telah membebaskan bea keluar (BK) atau pajak ekspor CPO dalam dua bulan kedepan yang terhitung dari 1 September. Sementara, Indonesia mengenakan BK 9% pada September dan akan membebaskan BK di bulan Oktober. (T3)









