Berita Lintas
sawitbaik

Industri Agro Tumbuh 6,3%



Industri Agro Tumbuh 6,3%

InfoSAWIT, JAKARTA - Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto juga menyatakan, peluang pengembangan industri agro di Indonesia untuk masa depan masih cukup menjanjikan.

“Potensi tersebut karena kita dianugerahi letak geografis yang strategis termasuk dilalui oleh garis khatulistiwa, sehingga seperti sawit, tebu, kopi, dan kakao dapat tumbuh subur,” ujar Panggah, belum lama ini di Jakarta.

Menurutnya, pengembangan industri agro sangat ditentukan oleh eksistensi pengelolaan sektor hulunya, antara lain dari perkebunan, pertanian, peternakan, kelautan, dan kehutanan. “Kalau sektor-sektor hulu ini tidak berkembang secara efisien, maka sektor hilirnya juga menjadi tidak efisien. Jadi, tidak bisa berdiri sendiri.”

Pada triwulan I tahun 2017, pertumbuhan industri agro mencapai 6,33% atau melebihi pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 4,71%. Pertumbuhan tersebut, salah satunya disumbang terbesar dari industri makanan dan minuman yang mencapai 8,15%.

“Kontibusi industri agro terhadap PDB industri pengolahan non-migas sebesar 45,81 persen, sementara nilai investasi PMDN sekitar Rp14,69 triliun dan PMA sebesar 600 juta dolar AS, serta nilai ekspor mencapai 12,12 miliar dolar AS,” ungkapnya dikutip Pos Kota.

Dikatakan Panggah, industry agro Indonesia unggul disektor sawit dan menjadi produsen sawit nomor 1, produsen kakao nomor 3, serta produsen pulp dan kertas nomor 6 di dunia. “Bahkan nilai ekspor minyak sawit mentah dan turunannya mencapai 20 miliar dolar AS, terbesar dari single commodity lainnya,” ungkapnya.

Namun demikian, beberapa sektor industri agro nasional menghadapi tantangan dari isu negatif di tingkat internasional. Misalnya, resolusi sawit yang dikeluarkan oleh Parlemen Uni Eropa. Pihaknya akan mengkaji dampak resolusi tersebut terhadap pertumbuhan industri hilirya di Indonesia “Gangguan ini bersifat politis untuk membendung kinerja ekspor sawit Indonesia yang terus tumbuh positif,” tuturnya.(T2)