InfoSAWIT, BOGOR - Dikatakan Kepala Staff Kepresidenan Indonesia, Teten Masduki, pemerintah memiliki komitmen yang besar pada industri sawit karena industri ini terbukti memberikan kontribusi positif bagi perekonomian, mendatangkan devisa, menyerap tenaga kerja dan juga memajukan perekonomian di daerah-daerah terpencil.
Di saat terjadi perlambatan perekonomian dunia, kata Teten, sawit menjadi penyelamat perekonomian Indonesia. Padahal hilirisasi sawit belum optimal lantaran selama ini Indonesia masih mengandalkan ekspor dalam bentuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Oleh karena itu, kata Teten, pemerintah meminta para pelaku usaha agar segera melakukan hilirisasi industri sawit. Sebab dengan demikian, nilai tambah industri sawit akan banyak dirasakan oleh bangsa Indonesia.
“Pengusaha, tentu saja, akan mendapatkan tambahan keuntungan, sementara beban pemerintah akan berkurang karena hilirisasi ini akan menyerap banyak tenaga kerja,” kata Teten, seperti dikutip sindonews.com.
Komitmen pemerintah ini, kata Teten, juga tercermin dari perjuangan Presiden Joko Widodo bersama para menterinya dalam meyakinkan Uni Eropa bahwa budidaya perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah seusai dengan kaidah-kaidah yang telah dipersyaratkan dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia. (T2)










