Berita Lintas
sawitbaik

ANJ Garap Komoditas Pangan dan Energi Terbarukan



ANJ Garap Komoditas Pangan dan Energi Terbarukan

InfoSAWIT, JAKARTA - Sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., tidak melulu mengembangkan perkebunan kelapa sawit, lantaran mulai tahun ini, perusahaan milik keluarga Tahija itu juga mengembangkan komoditas pangan lainnya, seperti, sagu dan edamame, sebagai pengganti kedelai.

Kendati demikian, kontribusi komoditas kelapa sawit terhadap pendapatan perseroan terbilang masih dominan mencapai 94%, sementara kontribusi dari penjualan listrik biogas sekitar 5% dan sisanya dari komoditas sagu serta edamame.

Menurut penuturan Direktur Utama PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., Istini T Siddharta, jumlah cadangan lahan (landbank) yang dimiliki perseroan untuk perkebunan kelapa sawit mencapai 135.501 hektare (ha), sementara cadangan lahan untuk plasma dan kemitraan seluas 19.866 ha.

Lahan inti yang sudah tertanam mencapai seluas 46.498 ha, sementara lahan plasma dan kemitraan yang sudah tertanam mencapai 3.829 ha. Lahan inti yang sudah menghasilkan sebanyak 38.647 ha, serta 1.812 ha lahan plasma dan kemitraan.

Lebih lanjut tutur Istini, sampai saat ini perseroan telah memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) sebanyak 4 unit dengan total kapasitas terpasang mencapai 225 ton TBS/jam. “Jadi kami masih memiliki sekitar 50 ribu ha lahan yang siap ditanami kelapa sawit kedepan,” katanya dalam paparan Publik Ekspose, yang dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.

Guna menjaga performa produksi perkebunan kelapa sawit, sepanjang 6 tahun kedepan, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., akan terus melakukan penanaman baru secara rutin dengan rata-rata penanaman sekitar 4000 ha. Misalnya di tahun 2017 ini target lahan tertanam perseroan mencapai 50.588 ha, atau bakal ada penambahan penanaman baru sekitar 4.090 ha.

Tahun 2019, diperkirakan luas tertanam perkebunan kelapa sawit perseroan mencapai seluas 60.908 ha dan pada tahun 2021 lahan tertanam akan mencapai sekitar 70.608 ha. Penanaman baru ini, kata Isitini, sebagai upaya untuk terus meningkatkan performa produksi kelapa sawit perseroan. “Supaya produksi stabil maka kami akan terus menjaga komposisi pohon dewasa sekitar 16 ribu hingga 19 ribu ha,” katanya. (T2)