Berita Lintas
sawitbaik

Stop Impor Benih Sawit



Stop Impor Benih Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Kian ketatnya regulasi dan sulitnya mencari ketersediaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, mendorong serapan benih sawit unggul nasional kian melorot.

Tahun 2016 lalu kapasitas produksi benih sawit nasional mecapai 200 juta benih, sementara serapan hanya sekitar 80 juta benih. Untuk tahun ini diperkirakan akan sama situasinya seperti tahun lalu. Harapan peningkatan serapan hanya pada penerapan program peremajaan kelapa sawit petani dari BPDP Kelapa Sawit.

Kendati terbilang over suplai, industri benih sawit nasional kerap menghadapi berbagai kendala seperti masih beredarnya bibit sawit tidak bersetifikat (palsu) dan masih adanya kegiatan impor benih sawit. 

Melihat kondisi demikian Direktur Utama PT Sinarmas Agro Resources and Technology Tbk. Daud Dharsono meminta untuk kegiatan impor benih sawit distop saja, alasannya mutu bibit lokal tidak kalah dari produk impor, bahkan berkualitas premium. Apalagi, harga benih dalam negeri tidak berbeda dari produk luar negeri. “Impor benih sawit seharusnya dilarang,” kata Daud kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

Lebih lanjut kata Daud, ketimbang impor yang justru membutuhkan ongkos lebih tinggi sehingga berpengaruh terhadap harga bibit, kenapa tidak menyerap benih sawit lokal yang juga dihasilkan dari teknologi yang modern. Saat ini PT SMART, baru saja melepaskan secara resmi benih sawit kultur jaringan (kuljar) dengan nama Eka 1 dan 2, yang diyakini memiliki hasil rendemen minyak lebih tinggi mencapai 32-36%, sehingga minyak sawit yang didapat bisa mencapai 10,8-13 ton/ha/tahun. (T2)