Berita Lintas
sawitbaik

SPKS Adakan Pelatihan, Untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat



SPKS Adakan Pelatihan, Untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat

InfoSAWIT, PEKANBARU -  Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) nasional, Mansuetus Darto, mengakui produktivitas tandan buah segar (TBS) sawit petani swadaya di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau masih rendah.

Selain masih minimnya pengetahuan praktek budidaya perkebunan, produktivitas rendah karena sebagian besar kebun sawit milik petani swadaya atau petani mandiri berada di kawasan kawasan gambut.

Adanya Pelatihan Penyuluh Pertanian tentang Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan, selama tiga hari di salah satu hotel di Pasirpangaraian, belum lama ini, diharapkan petani swadaya sawit mendapat penyuluhan.

Penyuluh Pertanian Perkebunan dari Kabupaten Rohul dan Kabupaten Siak sebagai peserta juga diharapkan bisa memberikan penyuluhan terbaik ke petani swadaya. "Tidak hanya perusahaan saja, petani swadaya juga perlu mengetahui cara budidaya perkebunan terbaik, sehingga produktivitas meningkat," ujar Darto dalam rilis yang diterima InfoSAWIT.

Darto berharap petani swadaya tahu tentang kelapa sawit berkelanjutan, termasuk soal resolusi uni Eropa tentang RSPO dan ISPO, seperti larangan kebun di kawasan hutan, lahan gambut, eksploitasi manusia atau konflik.

Lebih lanjut kata dia, bila sawit diboikot, sekira 23 juta ton TBS sawit Indonesia tentu tak bisa diekspor keluar negeri. Sedangkan pasar dalam negeri hanya mampu menampung sekira 9 juta ton TBS. (T2)