Berita Lintas
sawitbaik

Penjualan Bersih PT SMART Tbk. Naik 16%



Dari kiri: Edy S. Suradja (Wakil Direktur Utama), Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan (Komisaris Independen), Budi Wijana (Wakil Komisaris Utama), Prof. Dr. Teddy Pawitra (Komisaris Independen), dan Jimmy Pramono (Wakil Direktur Utama).
Penjualan Bersih PT SMART Tbk. Naik 16%

InfoSAWIT, JAKARTA - PT SMART Tbk mengawali tahun 2017 dengan pencapaian kinerja keuangan yang cukup baik. Hingga kuartal I 2017  ini, penjualan bersih tumbuh 16% menjadi Rp 9,21 triliun sejalan dengan meningkatnya harga pasar internasional CPO. Laba usaha meningkat cukup signifikan sebanyak 40% menjadi Rp 359 miliar disebabkan oleh menurunnya beban usaha. Sedangkan penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 26% menjadi Rp 340 miliar terutama disebabkan karena lebih rendahnya laba selisih kurs yang tercatat selama kuartal berjalan.

Posisi keuangan PT SMART Tbk per 31 Maret 2017 tetap kuat. Dengan jumlah aset yang bertahan di sekitar Rp 26 triliun, posisi keuangan Perseroan tetap berada pada tingkat yang sehat. Rasio pinjaman bersih terhadap ekuitas yang disesuaikan sebesar 0,39 kali, lebih baik dibandingkan dengan 0,48 kali pada akhir tahun 2016. Per 31 Maret 2017, nilai ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh menjadi Rp 10,53 triliun.

Untuk keperluan ekspansi di tahun 2017, Perseroan menganggarkan pengeluaran modal sebesar Rp 637 miliar. Perseroan telah menyelesaikan pembangunan pabrik biodiesel di Kalimatan Selatan dengan kapasitas tahunan 300 ribu ton pada tahun 2016, dan untuk tahun 2017 akan menambah satu pabrik biodiesel lainnya dekat Jakarta dengan kapasitas yang sama.

Wakil Direktur Utama sekaligus Corporate Secretary Perseroan, Bapak Jimmy Pramono mengatakan, SMART memulai tahun 2017 dengan kinerja yang lebih baik. pihaknya akan terus memperkuat keunggulan kompetitif baik di sektor hulu maupun hilir untuk memanfaatkan perkembangan pasar yang positif. “Untuk sisa tahun ini, kami berharap kinerja Perseroan dapat didukung terutama dari peningkatan kuantitas produksi,” dalam rilis yang diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Mengenai prospek industri, Bapak Jimmy Pramono memprediksi, pasar minyak sawit akan terus berfluktuasi. “Namun kami yakin bahwa prospek jangka panjangnya akan tetap menjanjikan karena produktivitas minyak sawit yang jauh melebihi industri minyak nabati lainnya,” katanya. (T2)