InfoSAWIT, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Parlemen Uni Eropa bersiap untuk menjalankan diskusi lanjutan perihal Resolusi Uni Eropa terhadap produk kelapa sawit Indonesia di kota Brussel, dalam waktu dekat. Darmin Nasution, selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa masih banyak kesalahpahaman antara Indonesia dan Uni Eropa.
“Kita akan terus melakukan dialog, dari pihak Indonesia akan ke Brussel untuk diskusi dan presentasi. Parlemen Uni Eropa menyadari bahwa masih banyak kesalahpahaman selama ini,” ungkapnya saat menerima kunjungan dari Delegasi Komite Perdagangan Internasional Parlemen Uni Eropa, Rabu, Jakarta.
Darmin menyatakan dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah mengutarakan pemikiran terkait Resolusi Sawit Uni Eropa. Dirinya menyayangkan jika persoalan kelapa sawit dianggap sebagai penyumbang utama deforestasi.
“Bagi Indonesia, persoalan lingkungan terlalu sederhana jika dikaitkan dengan satu komoditas. Sehingga yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia agar Parlemen Uni Eropa melihat persoalan ini dari sisi yang lebih luas,” katanya.
Diakui Darmin, pihaknya menyadari masih ada kekurangan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit, namun Indonesia juga sudah menjalankan perbaikan, dan ini menjadi alasan pemerintah untuk terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan pada industri ini.
Selain topik resolusi kelapa sawit, pertemuan ini juga membahas hubungan Indonesia dan Uni Eropa, khususnya dalam peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi. Mengingat, Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang dan wilayah tujuan ekspor utama Indonesia. Tahun 2016, Uni Eropa menempati peringkat ke-3 sebagai tujuan ekspor Indonesia dibawah Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat.
Uni Eropa juga merupakan salah satu sumber investasi terbesar di Indonesia. Pada 2016 silam, Uni Eropa menduduki peringkatan ke-4 dibawah Singapura, Jepang dan RRT. “Dengan angka perdagangan dan investasi yang tinggi, saya yakin akan potensi besar yang ada di antara kita,” tutur Darmin.
Darmin percaya pertemuan ini dapat menjadi ajang diskusi yang tidak hanya membahas masalah kelapa sawit. Namun, sebagai cakupan kerja sama yang lebih luas. Dirinya yakin kedua belah pihak memiliki antusias yang sama untuk memperbaiki hubungan di masa mendatang.
Selain delegasi Parlemen Uni Eropa, hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guérend. “Saya harap melalui rapat ini dapat mendorong dan memperkuat hubungan Indonesia dan Uni Eropa di sektor perdagangan dan investasi,” tandas Vincent. (T4)







