Berita Lintas
sawitbaik

Petani Singkong Ganti Ke Sawit



Petani Singkong Ganti Ke Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAMMI), Adhi S. Lukman, menjelaskan ada beberapa hal yang menyebabkan Indonesia masih impor singkong. Pertama, sama seperti jenis tanaman lainnya, singkong juga memiliki musim panen. Sehingga bila sedang tak panen, maka impor harus dilakukan.

"Jadi pada saat-saat tertentu pasti ada kekurangan karena musim itu. Sehingga kemungkinan misalnya di negara lain ada stok, kita harus impor pada saat kita enggak ada panen. Kalau industri kan harus continue ya bahan bakunya," kata Adhi.

Kedua, kata Adhi, Indonesia masih kekurangan singkong lantaran lahannya beralih fungsi untuk tanaman lain. Petani lebih melihat potensi tanaman lain yang lebih menguntungkan.

"Sekarang ini lahan tanam singkong berebut dengan tanam lainnya. Apalagi di luar Jawa, terutama di Sumatera yang dulu pusatnya singkong, sekarang banyak beralih jadi sawit. Sehingga tentu petani atau pengusaha melihat mana yang lebih menguntungkan. Sehingga terjadi switching dari tanaman singkong ke tanaman lain," terang Adhi dikutip detik.com.

Sementara merujuk Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat Indonesia masih bergantung pada impor bahan pangan, salah satunya singkong. Semisal pada April 2017 impor singkong mencapai 499,8 ton dengan nilai US$ 94,6 ribu dari Vietnam. (T2)