InfoSAWIT, JAKARTA - Rencana pemberian subsidi untuk 11 industri biodiesel menggunakan dana perkebunan berpotensi disalahgunakan. Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring Fahmi Hafel menjelaskan, kerugian ditafsir mencapai puluhan triliun.
Fahmi menjelaskan, dana perkebunan yang dipungut dari hasil pungutan ekspor (Crude Palm Oil) CPO sudah berjalan hampir dua tahun yang jumlahnya puluhan triliun tidak dikontrol dan berpotensi adanya produksi biodiesel bodong," ujarnya di Jakarta, Sabtu lalu.
Menurutnya, hal tersebut tidak jauh berbeda dengan penyaluran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) karena sama-sama menguras kas negara yang dikumpulkan melalui proses yang panjang untuk tujuan yang tidak jelas pada beberapa tahun lalu.
Adanya uang dana perkebunan tersebut, telah merugikan banyak pihak mulai dari produsen kelapa sawit dan CPO nasional, pembeli (importir) CPO dan produk turunannya di luar negeri, penyedia jasa di pelabuhan dan pemasok input perkebunan kelapa sawit, serta negara.
Dia menguraikan pungutan ekspor telah menekan harga di pasar dalam negeri sehingga menimbulkan disinsentif produksi bagi produsen CPO dan produk turunannya. Khusus untuk kasus CPO, pengusaha penghasil CPO akan menekan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan petani. “Jadi secara implisit, TBS juga terkena pungutan ekspor, meskipun petani tidak mengekspor,” seperti dilansir Bisnis.
Akibat penurunan produksi CPO dan produk turunannya menyebabkan ekspor CPO dan produk turunannya menurun. Penurunan ekspor ini mengakibatkan kebutuhan importir di luar negeri tidak terpenuhi.
Bahkan, apabila penerapan pungutan ekspor oleh Indonesia ini menimbulkan guncangan harga di pasar internasional, maka importir akan membeli CPO dan produk turunannya dengan harga lebih tinggi daripada tanpa pungutan ekspor.
“Penurunan volume ekspor ini juga merugikan pelaku bisnis di pelabuhan dan juga negara kehilangan devisa,” jelasnya panjang lebar.
Karena itu, pemerintah harus mempertimbangkan secara matang untuk memberikan subsidi kepada industri biodiesel. Hal ini karena uang subsidi berasal dari berbagai pihak, termasuk para petani sawit yang selama ini secara langsung maupun tidak langsung membayar pungutan ekspor, jelas Fahmi. (T4)










