Berita Lintas
sawitbaik

PLTBG dari Limbah Sawit Buat Listrik 24 Jam Menyala



PLTBG dari Limbah Sawit Buat Listrik 24 Jam Menyala

InfoSAWIT, PASIRPANGARAIAN - PLTBG 1 mega watt (MW) dengan memanfaatkan limbah sawit cair yang berlokasi di Desa Rantau Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, menjadi bukti komitmen dan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dalam pengembangan program energi baru terbarukan atau dikenal EBT.

Kepala Desa Rantau Sakti Purwadi, selaku penanggung jawab PLTBG, mengemukakan jumlah pelanggan terus bertambah. Pada Januari 2015 tercatat 1.121 pelanggan. Sekitarsetahun kemudian, April 2016, jumlah pelanggan meningkat dua kali lipat menjadi 2.232 pelanggan.

Setelah itu naik lagi menjadi 2.336 pelanggan di tiga desa, dengan rincian Rantau Sakti 1.205 pelanggan, Mahato Sakti 854, dan Rantau Sakti 277. “Kehadiran PLTBG telah menjadikan desa kami sebagai Desa Mandiri Energi,” ujar kepada Tribun beberapa waktu lalu.

Ketika jaringan baru PLN mulai masuk, jumlah pelanggan PLTBG sedikit menurun, yakni sekitar 293 kepala keluarga. Berdasar data terakhir, hingga Maret 2017, jumlah pelanggan PLTBG sebanyak 2.403. Purwadi menceritakan perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah PLTBG beroperasi, baik itu dari sisi ekonomi, sosial dan budaya.

Dari segi ekonomi, sebelum PLTBG dioperasikan pada 2014 silam, ribuan kepala keluarga di tiga desa di Kecamatan Tambusai Utara, yakni Rantau Sakti, Rantau Kasai dan Mahato Sakti amat bergantung dengan listrik desa yang masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

“Iuran listrik warga membengkak setiap bulan, antara Rp 475 ribu hingga Rp1,5 juta, karena tingginya biaya operasional PLTD yang masih memakai bahan bakar minyak jenis solar,” ujar Purwadi. “Bukan itu saja, operasional PLTD juga dibatasi, hanya 14 jam sehari,” imbuhnya.

Namun, sejak PLTBG mulai dioperasikan, pasokan listrik tak putus selama 24 jam. Biaya operasional lebih irit, setara Rp 7 juta per malam. Biaya dikeluarkan oleh warga lebih hemat, antara Rp 75 ribu hingga Rp 650 ribu per pelanggan. Bukan hanya itu. Sejak beroperasinya PLTBG, jumlah pelaku usaha kecil dan menengah di tiga desa meningkat signifikan. Lebih dari 20 jenis kegiatan usaha berkembang, seperti las, bordir, perabotan rumah tangga, warung internet, bengkel, restoran dan produksi es batu. (T2)