Berita Lintas
sawitbaik

Pemkab Pelalawan Buka Akses Jalan, Transportasi TBS Lancar



Pemkab Pelalawan Buka Akses Jalan, Transportasi TBS Lancar

InfoSAWIT, KEREMUTAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Pelalawan melakukan pengembangan dan peningkatan produktivitas hasil perkebunan kelapa sawit masyarakat. Dalam waktu dekat, Disbunak akan membuka akses jalan produksi di Desa Tanjung Air Hitam, Kecamatan Kerumutan untuk memudahkan masyarakat dalam mengangkut hasil penen TBS kelapa sawit.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Pelalawan, Ir Hambali melalui Kabid Pengendalian dan Pengembangan Sarana Perkebunan T Indra Hidayat SP menjelaskan, untuk memudahkan masyarakat mengangkut hasil penen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit setelah Idul Fitri 1438 H mendatang, Pemkab Pelalawan akan membuat dan membuka akses jalan produksi bagi para petani kebun kelapa sawit.

Lanjutnya, dengan program ini, para petani kelapa sawit Desa Tanjung Air Hitam ini bisa membawa hasil penennya dengan mudah. Apalagi belum lama ini, para petani kelapa sawit di Desa Tanjung Air Hitam ini, telah lama mendambakan pembukaan akses jalan produksi ini.

Program pembukaan akses jalan produksi ini sudah berjalan selama enam tahun yakni pada 2011 lalu hingga 2016. Selama enam tahun berjalan, setidaknya sepanjang 90 kilometer (km) jalan produksi telah dibuka untuk membantu masyarakat dalam membawa hasil perkebunan kelapa sawitnya. Pada 2017 ini, pihaknya akan kembali membuka askes jalan produksi tersebut sepanjang 10 km di tujuh kecamatan Kabupaten Pelalawan.

Bantuan pembukaan akses jalan produksi perkebunan terbanyak di Kecamatan Ukui sepanjang 3 km. Sementara itu, sisanya sepanjang 7 km, akan dibuka di enam kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Kerumutan yakni Desa Tanjung Air Hitam sepanjang 2 km, Langgam 1 Km, Teluk Meranti 1 km, Pelalawan 1 Km, Pangkalan Kuras 1 Km dan kecamatan Pangkalan Lesung 1 Km, jelasnya panjang lebar.

“Selama ini masyarakat mengangkut hasil penen TBS kelapa sawitnya hanya menggunakan drum besar yang dibelah dan diikat dengan tali, lalu digotong melalui parit kecil. Masyarakat mulai mengeluh kesulitan saat hendak membawa hasil panen TBS kelapa sawit perkebunannya untuk dijual karena menguras tenaga dan tidak adanya akses jalan darat,” ungkapnya seperti dilansir Riaupos. (T4)