JAKARTA – Guna meningkatkan perekonomian Indonesia, seorang pakar "foreign exchange" atau perdagangan valuta asing asal Singapura, Mario Singh mengungkapkan agar pemerintah Indonesia dapat fokus mengelola lima sektor prospektif pada 2015 antara lain sektor pertanian.
"Lima sektor yang berpotensi di 2015 adalah sektor keuangan atau investasi, perbankan, sektor kelautan, sektor pertambangan dan sektor pertanian," jelasnya, Kamis (20/11/2014), seperti ditulis Antara.
Ia menilai sektor pertanian menjadi penting karena Indonesia saat ini adalah produsen minyak sawit mentah (CPO) pertama terbesar di dunia sehingga pemerintah perlu meningkatkan upaya peningkatan produktivitas pertanian termasuk usaha masyarakat.
Apalagi sebagaimana yang dikatakan Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsyad, bahwa areal kelapa sawit Indonesia pada 2012 mencapai sekitar 9,23 juta hektare, produksi CPO 28 juta ton, nilai ekspor US$23,8 juta, sedangkan kebutuhan dalam negeri hanya 10 juta ton. (T3)










