Berita Lintas
sawitbaik

Investor Didorong Lakukan Percepatan Praktik Berkelanjutan



Investor Didorong Lakukan Percepatan Praktik Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA - World Wildlife Fund (WWF) menyambut baik atas peluncuran laporan yang menekankan pentingnya peran investor internasional dalam mendorong percepatan transformasi penerapan prinsip berkelanjutan di seluruh rantai pasok sektor industri sawit.

Dalam hal ini, Kantor konsultan Belanda, Aidenvironment, merilis laporan menyangkut peran perusahaan manajer aset dari negara-negara Nordik terhadap perusahaan sawit di Indonesia. para manajer aset Nordik ini memiliki saham senilai US$2 milyar pada enam bank yang memberikan pinjaman terhadap perusahaan kelapa sawit di Indonesia, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, OCBC, dan DBS.

Dijelaskan, Manajer aset Nordik yang berinvestasi terhadap enam bank tersebut adalah The Norwegian Government Pension Fund Global (GPFG) dengan nilai investasi US$1,3 milyar, Nordea dengan investasi US$300 juta, dan perusahaan manajer aset lainnya yang terdiri AP-Fonderna dengan investasi US$163 juta, Swedbank US$140 juta, dan Handelsbanken US$58 juta. Sebagian kepemilikan saham dimaksud termasuk dalam kategori dana etik yang dikeluarkan perusahaan manajer aset, seperti yang dilansir Bisnis.

Pentingnya peran investor internasional mendorong percepatan transformasi berkelanjutan di seluruh rantai pasok sektor industri sawit, termasuk juga memengaruhi bank-bank di mana mereka menanamkan investasinya. Hal ini akan mendorong kinerja perusahaan yang dibiayainya.

Lanjut pihak WWF, tingkat keberlanjutan sektor sawit masih bervariasi. Beberapa perusahaan sudah memproduksi dengan cara yang berkelanjutan, namun masih ada praktik-praktik yang belum sepenuhnya bertanggung jawab.

WWF mengimbau perusahaan yang disebut terakhir perlu memperbaiki praktiknya dan berkomitmen menerapkan praktik berkelanjutan secara menyeluruh, termasuk meminimalisir deforestasi, penggunaan dan eksploitasi kawasan gambut. Komitmen tersebut dapat diwujudkan dengan mendapatkan sertifikasi legalitas Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan mendapatkan sertifikasi berkelanjutan yang kredibel, seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) secara penuh dengan tenggat waktu (time bound commitment).

"Hal ini perlu diikuti bank-bank untuk meminta para kliennya berkomitmen melalui kebijakan pembiayaannya," ujar WWF. (T4)