Berita Lintas
sawitbaik

Retno Marsudi: Industri Sawit Indonesia Siap Dibangun di Nigeria



Retno Marsudi: Industri Sawit Indonesia Siap Dibangun di Nigeria

InfoSAWIT, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam kunjungan kerja ke Nigeria menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dalam membangun industri kelapa sawit di Nigeria. Dalam kunjungan tersebut, Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Nigeria Geoffrey Onyeama di Abuja, Nigeria, senin lalu.

Dalam pertemuan itu, kedua Menlu membahas isu yang menjadi perhatian bersama, salah satunya yang terkait dengan kerja sama pengembangan kelapa sawit. Terkait hal itu, Pemerintah Indonesia mengundang Nigeria untuk bergabung dalam Dewan Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC), yang dibentuk oleh Indonesia dan Malaysia.

"Kerja sama yang erat antara negara produsen kepala sawit akan berkontribusi dalam menciptakan stabilitas harga dan peningkatan produksi kepala sawit yang berkelanjutan," ujar Retno seperti dilansir Antara.

Disampaikan, Menlu RI juga menuturkan bahwa Indonesia dan Nigeria merupakan dua ekonomi besar di masing-masing kawasan dengan jenis keunggulan ekonomi yang saling melengkapi. Untuk itu, hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara merupakan suatu hal yang alami terjalin dan harus terus ditingkatkan.

Dalam kaitan ini, Menlu RI mendorong peningkatan kerja sama perdagangan bilateral dengan Nigeria melalui pembentukan PTA (Preferential Trade Agreement). Selain itu, untuk meningkatkan akses pasar produk Indonesia ke negara-negara Afrika Barat, Retno juga meminta dukungan Menlu Nigeria terhadap keinginan Indonesia untuk membentuk PTA antara Indonesia dengan ECOWAS (Economic Community of Western African States).

"Penurunan tarif dan penghapusan hambatan non-tarif lainnya menjadi kunci untuk meningkatkan perdagangan Indonesia-Nigeria dan Indonesia dengan negara-negara Afrika Barat," ujarnya, seperti ditulis Kontan.

Nigeria merupakan negara mitra dagang terbesar Indonesia di kawasan Afrika Sub-Sahara, dengan nilai perdagangan kedua negara mencapai USD1,5 milyar pada 2016. Negara ini juga merupakan negara tujuan utama investasi Indonesia di Afrika, di mana terdapat sekitar 14 perusahaan Indonesia yang berinvestasi di negara tersebut. Selain itu, Nigeria merupakan salah satu negara penting yang menjadi sumber ketahanan energi Indonesia. (T4)