InfoSAWIT, JAKARTA – Dikatakan Direktur Asia Tenggara Rainforest Alliance, Nudiana Darus, peran pemerintah itu sangat penting, tidak hanya ditingkat nasional tapi juga di daerah. Saat ini tutur dia, pihaknya telah berhasil mengumpulkan 8 kabupaten lewat Lingkar Temu Sawit Lestari, guna membicarakan kendala dan usaha yang telah dicapai disetiap kabupaten.
Isnpiratif dan mengharukan, lantaran para pihak di kabupaten ini sudah memikirkan keberlanjutan di wilayahnya masing-masing. Lebih lanjut kata Nurdiana yang akrab dipanggil Ade, pihaknya juga membantu kabupaten mencapai tujuan Social Development Goals (SDGs), kebanyakan dari pemangku kepentingan di kabupetan mengharapkan keberlanjutan yang seimbang.
“Para Bupati pun telah berdialog langsung dengan pihak Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN dengan kementerian lainnya guna menyelesaikan kendala di lapangan, seperti menyelesaikan sertifkasi kepemilikan lahan petani yang belum tentu berada di kawasan hutan, termasuk mencari solusi masalah pembiayaan untuk pembuatan sertifikat lahan,” katanya dalam semuah diskusi yang dihadiri InfoSAWIT.
Kata Ade, pihaknya melakukan pendampingan yang berkelanjutan serta tidak tegantung donor. Selalu fokus bagaimana caranya memberikan solusi konkrit di lapangan. Terus melakukan pemberdayaan di kabupatan-kabupaten, semisal membentuk penyuluh, memperkuat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan koperasi-koperasi. Cara ini untuk membentuk kabupaten sebagai tempat pilihan pasar yang mengutamakan budidaya yang tidak merusak (sustainable). Tidak hanya dibatasi untuk sawit saja tetapi juga untuk komoditas perkebunan lainnya seperti karet.
“Namun demikian sawit penting untuk negara, hanya saja masih banyak sekali permasalahannya, semisal terkait produktivitas, masalah legalitas dan termasuk politik, itu sisi lain. Sebab itu kita harus berbenah diri dari dalam, kalau tidak ingin terus menerus menjadi mainan negara lain, atau menjadi bulan-bulanan market,” andas Ade. (T2)







