Berita Lintas
sawitbaik

SIMP Diprediksi Meraup Untung Saat Ramadhan



SIMP Diprediksi Meraup Untung Saat Ramadhan

InfoSAWIT, JAKARTA - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) meraup untung pada bulan Ramadhan. Hal ini karena melonjaknya permintaan minyak sawit.

Analis Megacapital Sekuritas, Novilya Wiyatno mengatakan, pada masa puasa dan Lebaran, ada perubahan pola konsumsi masyarakat. Permintaan makanan dan minuman naik secara signifikan di periode tersebut. "Industri minyak sawit yang menjadi input atas industri makanan, juga diperkirakan mengalami kenaikan permintaan," ujarnya seperti yang dilansir Kontan.

Mendekati hari raya, industri pengolahan cenderung mengalami peningkatan produksi. Kenaikan produksi tersebut disinyalir merupakan dampak atas kenaikan permintaan sehingga hal ini juga berakibat pada kenaikan harga beberapa bahan pangan, salah satunya minyak sawit.

Novilya menambahkan, selain fokus pada bisnis perkebunan kelapa sawit, SIMP juga melakukan diversifikasi bisnis pada perkebunan lain. Hal ini guna menghindari eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas CPO dan menyerap potensi pasar komoditas perkebunan lain seperti karet, tebu, kakao, dan teh. Pada Desember lalu, mayoritas perkebunan SIMP ditanami kelapa sawit atau sekitar 82%, diikuti perkebunan karet 7%, tebu 4% dan perkebunan lainnya 7%.

Tambahnya, prospek perkebunan SIMP yang lainnya masih cukup bagus, di mana untuk karet konsumsinya meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 3,77%/tahun, kakao konsumsinya akan meningkat 1,15%/tahun. Lalu untuk kebutuhan gula, saat ini sektor industri masih dipasok impor, hal ini bisa menjadi peluang SIMP untuk memasok gulanya.

Analis JP, Morgan Indra Cahya, pertumbuhan pendapatan disebabkan oleh kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit. Kemudian, melambungnya keuntungan selain karena penjualan lebih besar juga didorong oleh tingkat pajak yang lebih rendah. "Ini juga akibat pulihnya pertumbuhan tanaman pascacuaca buruk El Nino," ujanya.

Kuartal II-2017 diperkirakan penjualan SIMP bakal lebih bagus lagi. Divisi gula akan berkontribusi di periode ini seiring dengan adanya panen musiman. Karena itu, Novilya menargetkan penjualan SIMP tahun ini akan tumbuh 20,2% menjadi Rp17,47 triliun dibanding tahun lalu Rp14,53 triliun. Dan laba bersih ditargetkan tumbuh 186,6% menjadi Rp 1.54 triliun dibanding tahun lalu Rp 538 miliar. Ia juga memperingatkan porsi utang SIMP saat ini mencapai 28% atas aset yang dimiliki. (T3)