InfoSAWIT, Jambi - Kampanye pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan jajaran pemerintah daerah di Jambi ternyata masih kurang ampuh mencegah tradisi pembakaran hutan dan lahan di daerah tersebut. Hal tersebut karena mulai bermunculannya hot spots (titik api) ketika kemarau mulai tiba. Pada pekan pertama musim kemarau, sudah terdeteksi belasan titik api di Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, Mulyadi, menjelaskan, sepekan terakhir terdeteksi 12 titik api di berbagai wilayah perkebunan dan pertanian di daerah tersebut. Munculnya titik api tersebut membuktikan bahwa kasus pembakaran hutan dan lahan di Sarolangun meningkat.
Dari hasil penyelidikan petugas BPBD di lapangan, munculnya belasan titik api di daerah itu akibat kegiatan pembakaran lahan. Pembakaran lahan tersebut diduga disengaja oleh petani untuk membuka maupun membersihkan areal perkebunan.
“Pantauan kami di lapangan, empat titik api muncul di kawasan perkebunan dan pertanian Desa Payolebar, Kecamatan Singkut, Sarolangun, Kamis. Sedangkan hari Rabu, delapan titik api terpantau di Kecamatan Pauh, Limun, Air Hutam, dan Cermin Nan Gedang. Sebagian titik api tersebut belum padam hingga Kamis. Kami akan menerjunkan petugas membantu pemadaman titik api tersebut,” katanya, seperti yang dilansir Beritasatu.
Lanjutnya, ia memperingatkan petani agar menghentikan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan. Jika petani masih melakukan pembakaran, kami akan melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
Sementara itu, Gubernur Jambi, Zumi Zola menjelaskan, untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di daerah itu, pihaknya mengumpulkan pihak manajemen perusahaan sawit dan HTI di Jambi untuk mengantisipasi karhutla. Setiap perusahaan juga diminta sudah menyiapkan personil dan peralatan memantau untuk mengendalikan karhutla di sekitar perusahaan masing-masing. (T3)










