InfoSAWIT, JAKARTA - Duta Besar Indonesia untuk Kolombia Priyo Iswanto, dalam pembukaan Kongres Nasional ke-45 Penanam Sawit Kolombia, Minggu lalu, mengatakan, Indonesia mengajak Kolombia untuk bersama-sama melawan kampanye hitam dari pihak luar yang terus menekan agar harga minyak sawit dunia turun.
"Resolusi Parlemen Uni Eropa terkait Kelapa Sawit dan Deforestasi merupakan kebijakan yang bertujuan untuk melindungi kepentingan industri minyak nabati mereka sendiri. Karena itu, saya mengajak negara-negara penghasil sawit, termasuk Kolombia, untuk bersama-sama memerangi kebijakan tersebut," katanya, mengutip ANTARA, Minggu lalu.
Dijelaskan, untuk melawan kampanye hitam, negara produsen bergabung sembari memperkuat kelembagaan dewan negara yang menghimpun dana untuk menjaga stabilitas harga sawit dunia. Pada kesempatan itu, Priyo juga mengundang Kolombia untuk bergabung dalam dewan negara, yakni negara-negara produsen sawit menghimpun dananya guna menjaga kestabilan harga minyak sawit dunia.
Priyo mengklaim, Kolombia merespon positif bahkan akan belajar banyak dengan Indonesia, khususnya soal penanaman sawit yang menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional. Seperti yang diketahui, Indonesia diundang dalam kongres tersebut karena pamornya sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia.
Pada Kongres Nasional ke-45 tersebut, Menteri Pertanian dan Pembangunan Rural Kolombia, Aurelio Iragorri Valencia menuturkan bahwa Indonesia dapat dijadikan model. Jumlah pekerja yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung menjadi bukti perkebunan sawit dapat menjadi penyumbang lapangan pekerjaan, serta ekonomi negara.
Tak hanya itu, apresiasi positif tidak hanya dari pihak Kolombia, tetapi juga datang dari tamu undangan lain, salah satunya James Fry (Oxford University) CEO LMC International yang bermarkas di Inggris.
Ia mengungkapkan, pembentukan dana sawit merupakan suatu terobosan baru di industri kelapa sawit dunia yang patut diapresiasi oleh seluruh pelaku industri kelapa sawit dunia. Pemberlakuan pajak ekspor kelapa sawit Indonesia oleh pemerintah Indonesia hingga membentuk dana sawit merupakan satu kebijakan pintar, tambahnya.
Seperti yang diketahui, Kolombia merupakan penghasil kelapa sawit ke-4 terbesar di dunia yang total produksinya 1,28 juta ton/tahun dengan lahan perkebunan sawit sebesar 500 ribu hektare. (T4)










