InfoSAWIT, San Francisco - Perusahaan minyak sawit Malaysia, IOI Group, merilis Kebijakan Minyak Sawit Berkelanjutan. Dalam kebijakan yang baru saja direvisi itu, IOI Group akan lebih memerhatikan para pekerja di perusahaannya.
Dijelaskan, kebijakan IOI Group yang dikeluarkan itu penting. Hal ini karena kebijakan tersebut memerhatikan hak asasi para pekerja. Kebijakan yang baru saja direvisi itu diantaranya adalah tidak membebankan biaya pendaftaran rekrutmen kepada calon pekerja pada tahap apapun, baik dari negara penerima maupun pengirim. Lalu akan membayar upah minimum bulanan para pekerja sesuai perundang-undangan dan memberi pembayaran kepada pekerja untuk kerja lembur.
Kebijakan itu juga sebagai akses serikat pekerja/buruh di perkebunannya, juga untuk mengadopsi dan menerapkan Prinsip Buruh yang Bebas dan Adil serta Prinsip-Prinsip Panduan PBB mengenai Bisnis dan Hak Asasi Manusia. Perusahaan juga telah berkomitmen untuk mengembalikan semua paspor kepada pekerja migran pada akhir 2017.
Agribusiness Campaign Director for Rainforest Action Network (RAN), Gemma Tillack, mengungkapkan, kebijakan IOI Group yang telah direvisi itu merupakan langkah penting, sebab membuat perusahaan berkomitmen untuk tidak menerapkan penebangan dan lebih mementingkan hak asasi manusia para pekerja.
Gemma Tillack menambahkan, Grup IOI harus segera melaksanakan komitmen ini, dimulai dengan menyelesaikan konflik lahannya dengan masyarakat Long Teran di Sarawak, Malaysia, dan secara terbuka mengumumkan kebijakan 'zero recruitment fee' serta rencana pelaksanaan untuk mengatasi risiko kerja paksa yang sedang berlangsung di perkebunannya.
Dalam rilis resmi yang diterima InfoSAWIT, RAN, bersama dengan Greenpeace, Forest Peoples Programme dan Grassroots, akan terus mengawasi IOI Group untuk memastikan hal tersebut sesuai dengan Kebijakan dan Pelaksanaan yang ada. (T4)







