InfoSAWIT, BELITUNG - Petani kelapa sawit di Belitung mulai mempertanyakan potongan penjualan Tandan Buah Segar (TBS) yang dilakukan pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) PT Parit Sembada (Kepong Group).
Nyau Min, petani sawit Belitung mengungkapkan, pemotongan dilakukan PT Parit Sembada dengan sepihak dan tanpa alasan yang jelas. "Sebelumnya potongan itu berkisar 6 hingga 7%, kini dinaikan hingga 10%, ini sama arti mereka telah merampok hak petani,"tandasnya, seperti yang diinfokan kepada InfoSAWIT.
Nyau min menegaskan, pemotongan volume TBS petani yang dikirim ke pabrik ini, sangat merugikan. Bila petani dalam sehari mengirim 5 ton dengan potongan 10%, artinya petani kehilangan hak 0,5 ton. Lanjutnya, jika TBS yang dikirimkan 150-200 ton, maka 15-20 ton pendapatan petani hilang. Dengan harga berkisar Rp1700/kilogram (kg), hampir Rp 34 juta perusahaan merampok hak petani.
Buri Akbar, petani lainnya menuturkan, perusahaan itu juga telah memperlakukan peraturan sepihak dengan memisahkan buah berdasarkan tahun tanam dengan seenaknya.
Buri mencontohkan, sejak awal pengiriman sekitar 4 - 5 tahun lalu, dijelaskan bahwa TBS dihasilkan dari sawit tahun tanam 2005. Namun, PKS tersebut memisahkan TBS yang dikirim dengan mengelompokkan tahun tanam 2005 dan tahun tanam 2010. Pengelompokkan ini membawa dampak harga karena sawit dengan tahun tanam 2010 dihargai lebih murah. Salah satu alasannya adalah besar buah yang tidak merata.
"TBS yang buahnya kecil dan sedang dianggap tahun tanam baru,"jelasnya.
Tidak merata besarnya TBS lebih dikarenakan perawatan. Dengan modal petani yang terbatas, tentu tidak semua tanaman dipupuk. Tanaman yang tidak dipupuk akan berbeda pertumbuhan dan buahnya, meskipun tahun tanam sama, ungkapnya.
Tokoh masyarakat Belitung, Usmandie A Andeska menghimbau agar perusahaan bersikap jujur kepada petani. Perusahaan tidak bisa bersikap sewenang-wenang terhadap petani yang sebagai mitranya.
Andeska menjanjikan akan membicarakan persoalan ini dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dan juga ke Dirjen Perkebunan serta Eksekutif ISPO di Jakarta dalam waktu dekat ini. (T4)










