Berita Lintas
sawitbaik

Petani Sawit Menanti Bantuan Untuk Replanting



Petani Sawit Menanti Bantuan Untuk Replanting

InfoSAWIT, JAKARTA - Petani di Jambi dan Sumatra menanti bantuan dana peremajaan kebun kelapa sawit dari pemerintah. Bantuan ini mereka harapkan karena dana yang mereka miliki tak cukup untuk melakukan replanting.

Badan Pembimbing dan Penasihat Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Jaya, Gamal Kurniawan mengatakan, rencana untuk peremajaan dilakukan pada 2020 dan saat ini sedang dalam persiapan. Sejak 2001, anggota KUD mulai menabung dengan nilai hingga kini Rp 6,3 milyar.

“Karena sudah tua, produktivitas tinggal 3 ton TBS/dua hektare (ha). Ditambah pohonnya juga semakin tinggi sehingga menyulitkan panen,” kata Gamal yang juga Kepala Desa Bukit Harapan, saat dihubungi, seperti yang dilansir Bisnis.

Diketahui, KUD yang berlokasi di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi memiliki luas kebun sawit 800 ha milik anggota, ditambah 10 ha tanah desa. Seluas 400 ha di antaranya ditanami sawit pada 1990, dan 400 ha lainnya ditanami tahun 1993. Kebun itu sebelumnya tercakup dalam program Perkebunan Inti Rakyat-Transmigrasi (PIR-Trans).

KUD Barokah di Desa Karyamukti, Maro Sebo Ilir, Batanghari, Jambi, dengan anggota 615 petani sawit juga berencana meremajakan 300 ha kebun pada 2020 dan 300 ha pada 2021. Pembina KUD Barokah Rafles bin Jamal Karim mengatakan, saat ini sedangg dilakukan proses persiapan bahan untuk diajukan ke pemerintah. Juga, dilakukan pendampingan kepada 390 petani dalam proses legislasi lahan melalui program Prona (Proyek Agraria Operasi Nasional) oleh BPN.

Sementara itu, Urip, selaku Petani plasma Asian Agri di Ukui, Pelalawan, Riau, menambahkan, berdasarkan perhitungan Dinas Perkebunan setempat, biaya untuk meremajakan kebun berkisar Rp62 juta/ha. Dari 908 ha luas kebun milik anggota koperasi, 606 ha akan diremajakan.

“Anggota kami tidak memiliki tabungan. Jadi, sepenuhnya membutuhkan pembiayaan BPDP dan kredit. Kami sedang mengupayakan ke BRI dengan Asian Agri sebagai avalisnya,” tuturnya. (T4)