Berita Lintas
sawitbaik

Industri Sawit Mampu Meningkatkan Ekonomi Daerah



Industri Sawit Mampu Meningkatkan Ekonomi Daerah

InfoSAWIT, BANDA ACEH – Industri sawit terbukti mampu meningkatkan ekonomi masyarakat daerah. Riduan Manik, Manajer Humas PT Astra Agro Lestari Tbk wilayah Aceh menjelaskan, industri sawit di Aceh telah mampu menjalankan program kemitraan serta implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di empat bidang, yakni ekonomi, pendidikan, lingkungan dan kesehatan.

Riduan menjelaskan, program kemitraan serta implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mampu dijalankan oleh anak perusahaan Astra Agro, yakni PT Karya Tanah Subur (KTS) di Aceh Barat, PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) di Aceh Singkil dan PT Tunggal Perkasa Plantations-3 (TPP3) di Aceh Jaya.

Dibeberkan, beberapa prestasi yang diraih PT KTS diantaranya memperoleh Proper Hijau 2016, zero accident (tidak ada kecelakaan kerja) di tingkat provinsi 2016. Lalu PT PBL di Aceh Singkil menggulirkan CSR berupa tapak sekolah SMPN3 Singkut seluas 1 Ha. Sedangkan PT TPP3 Aceh Jaya menggulirkan program CSR pendampingan CRU Sampoinet selama tiga tahun, seperti yang dilansir Tribunnews.

Diungkapkan pula, industri sawit mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Ini karena kelapa sawit hanya bisa tumbuh produktif di daerah khatulistiwa seperti Indonesia dan Malaysia. Karena itu, Riduan menghimbau, semua pihak perlu menjaga keberlangsungan industri sawit di daerah, termasuk juga memberi edukasi dan bantuan teknis budidaya kepada para petani kelapa sawit swadaya dalam upaya meningkatkan produktivitas tanamannya.

Tambahnya, dalam perdagangan minyak nabati dunia, minyak kelapa sawit telah menggeser posisi kedelai sebagai penghasil minyak terbesar nabati dunia. Pada 2016, kebutuhan minyak nabati dunia sebesar 162 juta ton, sebesar 39% disuplai dari minyak sawit, 33 % minyak kedelai, 17 % minyak rapeseed dan 10 % minyak bunga matahari. Sedangkan pada tahun 1980, kebutuhan minyak kedelai mencapai Rp 55%. Hal ini menjadi alasan bahwa sawit diminati dunia.

Oleh karena itu, Riduan mengungkapkan agar mewaspadai isu mengenai kampanye hitam sawit. (T4)