InfoSAWIT, JAKARTA - Kementerian Pertanian mencatat sektor pertanian memberikan kontribusi lebih terhadap perekonomian negara pada 2014 hingga 2016.
Fungsional Statistik Kementerian Pertanian, M. Ade Supriyatna menjelaskan, berdasarkan nilai Produk Domestik Bruto (PDB), rata-rata kontribusi sektor pertanian dalam tiga tahun terakhir yaitu 13,4% dengan pertumbuhan 3,75%/tahun. Nilai PDB pertanian atas dasar harga berlaku 2014 sebesar Rp 1.410 triliun, pada 2015 naik menjadi Rp 1.556 triliun dan 2016 menjadi Rp 1.669 triliun.
Ade mengungkapkan, kontribusi terhadap PDB tertinggi berasal dari subsektor perkebunan yakni 3,46%, diikuti subsektor tanaman pangan 3,42%, lalu peternakan 1,62% dan hortikultura 1,51%.
Lanjutnya, PDB subsektor perkebunan diperoleh dari komoditas unggulan yakni kelapa sawit, karet, kelapa, kopi, kakao dan tebu. Kontribusi terbesar dari komoditas tanaman pangan yaitu padi, jagung dan kedelai. Komoditas peternakan dominan dan yakni ternak besar, ternak kecil, unggas dan susu. Sedangkan PDB hortikultura disumbang dari komoditas bawang merah, aneka cabai, pisang, jeruk dan kentang.
"Sub sektor perkebunan juga berkontribusi besar dalam neraca perdagangan ekspor-impor Indonesia, sehingga setiap tahun mengalami surplus. Provinsi Riau dan Sumatera Utara berkontribusi besar dalam menciptakan surplus neraca perdagangan dari ekspor sawit. Besarnya surplus neraca perdagangan perkebunan ini menopang terjadinya surplus sektor pertanian pada tahun 2016 sebesar US$ 10,9 miliar," katanya, seperti yang dilansir Detik.
Tambahnya, untuk Sumatra dan provinsi lainnya juga menunjukkan kontribusi pertanian cukup signifikan. Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2016, sektor pertanian Provinsi Aceh dan Jambi berkontribusi besar terhadap total PDRB provinsi, yaitu mencapai 30%, dengan tingkat pertumbuhan pertanian di atas 5,5%.
Untuk wilayah-wilayah di Kalimantan dan Sulawesi, umumnya kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB mempunyai kontribusi pertanian yang besar lebih dari 20% dengan tingkat pertumbuhannya lebih dari 5%. (T4)










