Berita Lintas
sawitbaik

Delhaize Kena Sanksi Sebar Kampanye “Sesat” Kelapa Sawit



Delhaize Kena Sanksi Sebar Kampanye “Sesat” Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Pengadilan Nasional Belgia memberi sanksi kepada grup ritel makanan internasional, Delhaize, tudingan yang tidak benar terhadap produk selai cokelat Nutella. Delhaize diminta tidak menggunakan iklan 'menyesatkan' terkait minyak kelapa sawit terhadap produk Ferrero tersebut.

Keputusan pengadilan ini karena Delhaize telah meluncurkan kampanye menyesatkan bahwa Nutella menggunakan minyak sawit ilegal. Namun, dalam iklan yang sama disebutkan bahwa produk Delhaize tidak mengandung minyak sawit. Hal itu berarti penyebaran selai cokelat Choco melalui Delhaize lebih baik bagi keberlanjutan bumi.

“Pengadilan telah mengevaluasi argumen yang diajukan Ferrero dan membenarkan bahwa iklan produk Delhaize itu tidak benar dan tidak sah,” demikian pernyataan Ferrero menanggapi keputusan pengadilan pekan lalu yang ditulis Guardian.com.

Awalnya, pengadilan komersial di Brussels memutuskan mendukung Delhaize, namun Pengadilan Banding mengubah keputusan untuk mendukung Ferrero. Ferrero berpendapat bahwa kampanye Delhaize sangat tidak adil dan merusak merek Nutella yang ikonik.

Diungkapkan, Delhaize mengklaim memasarkan produk cokelat yang lebih sehat dan ramah lingkungan karena tidak mengandung minyak sawit. Klaim Delhaize tersebut diketahui memanfaatkan kampanye negatif terhadap produk berbasis minyak sawit di kawasan Eropa.

Pada 2015 lalu, Greenpeace memberi Ferrero sebagai salah satu dari 14 produsen global dengan kebijakan 'tanpa deforestasi'. Selain itu, Nutella juga mengklaim mengantongi sertifikasi dari WWF yang juga merupakan anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan the Palm Oil Innovation Group (POIG). Penggunaan minyak sawit Ferrero menjadi sorotan setelah Menteri Lingkungan Prancis, Ségolène Royal menyerukan pemboikotan konsumen terhadap Nutella mengenai masalah deforestasi.

Ferrero yang asal Italia itu selalu menawarkan produk konsumer dengan kualitas terbaik dan menyadari pentingnya memberikan informasi yang obyektif dan benar kepada masyarakat. “Untuk alasan ini, kami sangat mendukung keputusan pengadilan, hal ini merupakan langkah besar dalam mendukung tersebarnya informasi imparsial," ungkapnya. (T4)