Berita Lintas
sawitbaik

Apindo Turut Memberi Perhatian Terhadap Kampanye Hitam Sawit



Apindo Turut Memberi Perhatian Terhadap Kampanye Hitam Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut memberi perhatian kepada induatri sawit. Pasalnya, kampanye hitam mengenai sawit tak henti-henti membuat perkembangan sawit di Indonesia menurun. Ketua Umum DPN Apindo Haryadi Sukamdani, mengatakan akan menyuarakan untuk perjuangan dari kampanye hitam yang menyerang industri kelapa sawit.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Sri Adiningsih juga menyampaikan bahwa Sawit Indonesia akan menjadi nomor satu di dunia. "Sawit di Indonesia penting sekali dalam pembangunan di Indonesia, yang jelas saya yakin sudah melihat sendiri bahwa sawit itu perkembangan yang luar biasa dan banyak menyerap tenaga kerja, apalagi ekspor sawit yang terus meningkat dan menjadi salah satu pengekspor terbesar di dunia. Namun sampai saat ini sawit belum sampai mengolah menjadi sektor hilir," ujarnya, Rabu lalu, seperti yang dilansir Wartakota.

Mengenai kampanye hitam mengenai sawit, diutarakan karena Indonesia menjadi bagian industri kelapa sawit terbesar. Sebagai negara terbesar penghasil Industri kelapa sawit, Indonesia membuat kompetitornya merasa tidak nyaman.

Sementara itu, Anggota DPR RI, Firman Subagyo menuturkan, sawit merupakan salah satu potensi ekonomi nasional dan menjadi andalan penerimaan devisa negara dengan ekspor 20 miliar dollar. "Sawit menjadi salah satu potensi pengurangan pengangguran, kelapa sawit juga dapat menjadi jawaban untuk keseimbangan antara Pulau Jawa dengan Luar Jawa", jelasnya.

Lanjutnya, kedepannya kelapa sawit yang dijual kepada pihak asing akan di batasi. "Namun bila yang sudah berjalan tidak ada masalah, terkecuali yang baru dan UU Perkelapa Sawitan yang dirancang di DPR sudah hampir mencapai 90% dan kalau UU ini tidak kita selesaikan segera maka kita makin jauh ketinggalan dari negara Malaysia yang terlebih dulu", ujarnya.

Diungkapkan, luas perkebunan sawit rakyat cukup luas, namun untuk hasil produktifitasnya kurang maksimal bila dibandingkan dengan perkebunanan swasta yang luas lahannya masih di bawah pemerintah.

Di Papua sendiri, perkebunan kelapa sawit sudah cukup banyak. Dengan sawit ini juga, masyarakat Papua terbantu secara ekonomi dan kesejahteraannya meningkat. Hal ini karena banyak terserapnya tenaga kerja dari industri sawit itu sendiri. (T4)