InfoSAWIT, PALEMBANG - Sebanyak 20 hektare (ha) lahan gambut di Desa Parit, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), terbakar pada Senin malam. Pelaksana tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah mengatakan, diduga ada unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. BPBD Sumsel pun menurunkan dua mobil pemadam kebakaran, namun, selang dari mobil tidak sampai ke lokasi kebakaran.
Kebakaran baru padam ketika Tim Manggala Agni KLHK Daops Banyuasin dan BPBD Ogan Ilir, bersama Personel TNI dari Korem 044 Gapo dan Polri serta anggota Satgas Desa Soak Batok bahu-membahu memadamkan api. Dua helikopter pengebom air pun diterbangkan pada Selasa pagi.
Sementara itu, Koordinator Tim Restorasi Gambut (TRG) Sumsel, Dr Najib Asmani mengungkapkan, kebakaran di Desa Parit adalah tanda agar seluruh komponen baik pemerintah ataupun masyarakat yang peduli lingkungan selalu siap dan tidak lengah.
Menurut Najib, sejak 2016 timnya mulai berupaya meminimalisir kebakaran tersebut agar tidak terjadi kebakaran besar seperti 2015. “TRG sudah membuat program sekat kanal lahan gambut, tujuannya bila kemarau tiba, gambut tetap basah,” ujarnya, seperti yang dilansir Tempo.
Tambahnya, penyebab lahan gambut cepat kering saat kemarau karena banyaknya kanal yang dibuat perusahaan dan sebagian masyarakat. Diketahui juga, luas lahan gambut Sumsel sekitar 1.254.502,34 ha dan sekitar 738.137,84 ha dijadikan perkebunan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan sawit.
Iriansyah juga menambahkan, saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. “Kepolisian Resor Ogan Ilir masih menyelidiki ini,” tututpnya. (T4)










