Berita Lintas
sawitbaik

Menggenjot Kualitas SDM Sawit, BPDP lakukan Pelatihan 4.529 Petani



ilustrasi pelatihan untuk pengembangan SDM Sawit
Menggenjot Kualitas SDM Sawit, BPDP lakukan Pelatihan 4.529 Petani

InfoSAWIT, JAKARTA - Sepanjang dua tahun terakhir, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) tercatat telah menyalurkan dana pungutan sawit itu untuk beragam kegiatan sesuai dengan amanah dari Perpres No. 61 tahun 2015.

Diantara kegiatan itu adalah untuk menggenjot kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kelapa sawit nasional. Namun jangan salah sangka, upaya peningkatan kualitas ini tidak hanya mengenai kualitas para pekerja sawit di Indonesia, tetapi juga menyangkut peningkatan wawasan budidaya kelapa sawit bagi para petani dan pelajar di Indonesia.

Terlebih kendala klasik terkait tingkat produktivitas kelapa sawit masih saja menghantui. Akibat tidak semua pengelola kebun sawit, utamanya petani, paham mengenai budidaya kelapa sawit sesuai Good Agricultural Parctices (GAP).

Dikatakan Direktur BPDP-KS, Herdrajat Natawijaya, upaya peningkatan SDM sawit sudah dilakukan sepanjang dua tahun terakhir. Upaya ini juga sebagai cara agar tenaga kerja sawit asal Indonesia mampu bersaing dengan SDM dari negara lain.

Lebih lanjut kata Herdrajat, pihaknya telah melakukan pelatihan sebanyak 4.529 petani dilakukan di 16 provinsi. Lantas, melakukan pelatihan bagi 723 para pelajar SMK, mengadakan pelatihan tentang sawit bagi 300 guru pertanian dan 300 anggota koperasi. Termasuk 300 pemberian program beasiswa setara D1 dimana sebanyak 100 siswa di Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya dan 200 siswa di Instiper Jogjakarta. “Program ini untuk meningkatkan teknis dan manajerial kewirausahaan untuk sawit di Indonesia,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Bekasi, Jawa Barat.

Diakui Herdrajat, tantangan kedepan kelapa sawit nasional akan semakin besar, seperti rendahnya produktivits, isu standar lingkungan, kebakaran lahan dan keragaman hayati yang rusak. Sebab itu kedepan kelapa sawit butuh SDM unggul mengatasi sema itu. “Sumber daya manusia yang unggul menjadi penting supaya dapat tercipta industri kelapa sawit yang ramah lingkungan dengan produktivitas tinggi,” tandas Herdrajat. (T2)