Berita Lintas
sawitbaik

Di Papua, Masyarakat Adat Terima Sawit dengan Model Plasma Berbeda



Di Papua, Masyarakat Adat  Terima Sawit dengan Model Plasma Berbeda

InfoSAWIT, MERAUKE - Masyarakat pemilik ulayat yang berada di Kabupaten Merauke mengaku tak sabar untuk dapat segera kelola lahan kebun sawit masyarakat miliknya. Diharapkan melalui pengelolaan kebun masyarakat ini akan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Seperti dikemukakan Hendrikus Mahuze, Ketua Adat ulayat yang juga merupakan Tuan Dusun di Kampung Kindiki Distrik Muting Kabupaten Merauke, Hendrik mengatakan pihaknya menyambut baik rencana kebun sawit masyarakat ini. Ia juga berharap pola kerjasama antara pemilik ulayat dengan pihak perusahaan sawit yang berada di Merauke ini dapat segera dilaksanakan.

“Dengan berkurangnya aktivitas perusahaan saat ini karena penghentian sementara perluasan lahan akibat kampanye negatif LSM asing, menyebabkan turunnya juga pendapatan masyarakat,” ujar Hendrik seperti dikutip Wartakota.

Untuk itu, menurutnya, banyak masyarakat dan termasuk juga karyawan mengharapkan moratorium dapat segera dicabut agar masyarakat bisa bekerja normal. Menurutnya, dengan dibukanya lahan kebun sawit masyarakat ini nantinya akan membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas dan mampu menambah penghasilan masyarakat.

Sementara itu, Frederikus Mahuse, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Okaba mengatakan jika program itu membawa kebaikan kepada masyarakat, dirinya akan mendukung penuh program tersebut.

Pihak LMA mengingatkan perusahaan untuk memenuhi hak-hak ulayat masyarakat. Selain itu juga untuk menentukan lahan masyarakat perlu dipertimbangkan dilakukan upacara adat. Sebelumnya, salah satu perusahaan sawit di Merauke mengungkapkan komitmennya untuk berikan 20% dari lahan Hak Guna Usaha Sawit miliknya di Papua yang selanjutnya kebun sawit masyarakat ini  akan dikelola sepenuhnya oleh para pemilik ulayat. (T3)