InfoSAWIT, RIAU - Personel gabungan TNI, Polri dan karyawan dari PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) melaksanakan pengecekan titik api di wilayah Desa Sei Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau. Diduga hutan tersebut sengaja dibakar untuk membuka lahan perkebunan kelapa sawit.
Komandan Pos (Danpos) Kampar Kiri Serma AH Nasution mengungkapkan, lahan yang terbakar merupakan hutan dan lahan semak belukar. "Tim patroli menemukan lahan yang telah terbakar dengan luas sekitar 7 hektare (ha), namun api sudah padam," tuturnya, Senin lalu, seperti yang dilansir Merdeka.
Dijelaskan, di lahan terbakar, ditemukan adanya upaya penumbangan kayu untuk pembersihan lahan. Diduga lahan tersebut akan ditanami kelapa sawit karena pada kawasa tersebut sebagian besar sudah beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit.
Lanjutnya, setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa area yang terbakar terletak di perbatasan Desa Balung Kecamatan Koto Kampar yang berbatasan langsung dengan Dusun Bayan Desa Sei Sarik Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar.
"Untuk menjangkau lokasi kebakaran terbilang sulit. Hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, terlebih hutan dan semak belukar serta berbukit-bukit yang tingginya mencapai 1 kilometer (km) dan cukup curam," tambahnya.
Upaya pemadaman dilakukan dengan bantuan dua unit helikopter TNI AU Lanud Rosemin Nurjadin Pekanbaru yang melakukan water bombing atau bom air berulang kali di kawasan yang terbakar hingga api padam.
Sementara itu, diungkapkan juga bahwa pemilik lahan bernama Suyatno (60), petani dari Desa Sei Sarik. Lahan yang terbakar telah digaris polisi dan dua potong kayu terbakar diamankan anggota Polsek setempat sebagai barang bukti. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan Polsek Kampar Kiri. (T4)










