SUKA MAKMUE - Beberapa hari terakhir, lingkungan perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT SPS 2 dipadati oleh antrian truk pengangkut sawit milik warga Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya, belum lama ini.
Ramainya antrian menuai masalah antara sopir dengan pihak perusahaan. Soalnya, proses pembongkaran buah terkesan lambat karena sistem antrian yang tidak jelas.
Seperti yang disampaikan salah seorang pemuda pemukiman Seuneuam Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya, Rama.
Menurutnya, antrian panjang kendaraan pengangkut sawit terjadi sejak 3 hari yang lalu. Tiba-tiba, secara sepihak perusahaan menutup pabrik tanpa pemberitahuan kepada warga yang mengantri ketika hendak menjual buah sawitnya.
Dikutip goaceh.co, alasan pihak perusahaan, unit pengolahan sawit sedang bermasalah, namun faktanya produksi masih terus berjalan seperti biasanya. (T3)










