Berita Lintas
sawitbaik

Produksi Sawit diperkirakan Naik di November



Produksi Sawit diperkirakan Naik di November

InfoSAWIT, PALAS - Kendati harga jual tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) belum juga naik, petani di daerah ini tetap merawat kebun sawitnya."Memang, sampai sekarang, hasil panen sawit belum naik, karena masih musim trek buah sawit. Harga jualnya juga masih belum naik setelah lebaran ini," sebut Zulkarnaen, satu petani sawit di Kecamatan Sosa, belum lama ini.

Tapi, lanjutnya, walaupun demikian, dirinya merasa perlu tetap melakukan perawatan kebun sawit, sebagai persiapan menjelang kenaikan produksi hasil buah sawit yang diprediksi akan terjadi pada bulan November nanti.

"Saat ini, di kebun sawit saya, sudah muncul buah-buah sawit muda. Makanya, kita perlu tetap merawat kebun sawit. Seperti meracun rumput, memberikan pupuk secara rutin. Agar di bulan November hasil produksi sawit kita bisa keluar maksimal," ujarnya.

Saat ini, jelas Zulkarnaen, dari seluas 4 hektare kebun sawitnya, minggu ini hasil panennya hanya 1,8 ton, dengan harga Rp 1.545/kg. "Kalau normalnya, hasil panen sawit kita 3,5 ton sampai 4 ton. Tapi, sekarang, masih juga trek," ucapnya seperti dilansir gosumut.com.

Seperti yang dialami Syawaluddin Daulay, satu petani sawit di Desa Ujung Batu, mengaku, dari seluas 3 hektare kebun sawit miliknya, saat ini di musim trek, hasil panennya hanya 500 kg.

"Biasanya, hasil panen sawitnya bisa dapat 1,5 ton. Tapi, sekarang, kan masih trek. Makanya, saat ini kita perlu merawat kebun sawit. Meracun rumputnya atau memupuk," jawabnya. (T3)