InfoSAWIT, JAKARTA– Kementerian Perdagangan tengah berupaya mendorong ekspor nonmigas ke Korea. Melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bersama Korea Importers Association (KOIMA), Kemendag memfasilitasi forum bisnis di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta Kamis (13/7).
“Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari Misi Pembelian KOIMA yang diharapkan dapat menciptakan perdagangan yang seimbang antara Indonesia dengan Korea,” jelas Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Dody Edward mewakili Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
KOIMA merupakan asosiasi perdagangan terkemuka Korea yang bertujuan mempromosikan dan mendorong perdagangan sebagai sarana untuk berkontribusi secara substansial terhadap perekonomian nasional Korea. Diakui secara global, KOIMA disetujui oleh pemerintah Korea dan memainkan peran kunci dalam pertumbuhan ekspor dan impor nasional.
Misi Pembelian adalah salah satu kegiatan utama KOIMA yang didukung Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea serta Kementerian Luar Negeri Korea dan diselenggarakan 4-5 kali per tahun. Kali ini, Chairman KOIMA Myoung Jin Shin sekaligus memimpin perwakilan 66 perusahaan delegasi KOIMA. Dalam acara tersebut, hadir pula Wakil Duta Besar Indonesia untuk Korea Cecep Herawan dan Duta Besar Korea untuk Indonesia Tae-young Cho.
Ketahanan perekonomian Indonesia terhadap gejolak ekonomi global dinilai cukup baik dengan pertumbuhan positif yang selaras dengan pertumbuhan pendapatan per kapita negara sebesar 4,64%. Pada Januari 2017, inflasi tercatat di titik yang relatif rendah, yaitu 3,45%. “Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1% dan inflasi 4,3% pada 2017. Ruang bagi Indonesia dan Korea untuk meningkatkan kerja sama cukup besar mengingat reformasi ekonomi yang digalakkan Indonesia sejak September 2015,” ungkap Dody dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT. (T2)










