InfoSAWIT, ROKAN HULU - Lantaran adanya upaya masyarakat untuk membangun kebun swadaya yang tidak diimbangi dengan pengetahuan budidaya dari petani maupun adanya kesiapan pendamping.
Termasuk masih kurangnya pendampingan dan pengetahuan petani di dalam mengelola kebun, mengakibatkan rendahnya produktivitas kebun yang dimiliki oleh petani swadaya.
Sebab itu upaya peningkatan kapasitas petani dengan melakukan pelatihan terkait dengan pengelolaan kebun sesuai dengan praktik budidaya terbaik di perkebunan kelapa sawit menjadi penting.
Mengingat jumlah petani khususnya di Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu lumayan banyak, maka pada pelatihan ditahap awal ini dilakukan untuk mencetak kader tani yang akan mendampingi dan memberikan pendampingan kepada petani di lapangan.
Merujuk keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, tujuan umum dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada kader petani terkait pemahaman tentang perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dan praktek budidaya pengelolaan kebun yang baik.
Dikatakan pihak SPKS, secara khusus tujuan dari kegiatan ini agar peserta yang mengikuti pelatihan kedepannya dapat mentransformasikan ilmu yang diperoleh kepada petani yang lain di tingkat lapangan.
Lantas, peserta yang sudah dilatih kedepannya dapat melakukan pengorganisasian kelompok pelatihan dilapangan, petani kelapa sawit bisa mengelola kebun sesuai dengan GAP (Good Agricultutre Practices) dengan pendampingan dari kader petani yang sudah dilatih.
Sementarta untuk waktu dan tempat pelaksanaan pelatihan disesuaikan dengan waktu yang dimiliki oleh petani, maka catat pihak SPKS, pelaksanaan Training of Trainer ini dilakukan dalam 2 (dua) tahap pada kurun waktu selama 6 hari.
Dimana pelaksanaan gelombang pertama dilaksanakan pada hari Senin – Rabu, tanggal 10 – 12 Juli 2017 dan gelombang kedua dilaksanakan pada hari kamis – sabtu, tanggal 13 – 15 Juli 2017. “Adapun tempat pelaksanaan pelatihan yakni bertempat di Hotel Sapadia Pasir Pangaraian, kabupaten Rokan Hulu,” tutur pihak SPKS. (T2)










