InfoSAWIT, JAKARTA -Lahan yang bertopografi rawa atau rendahan, bisa berbukit dan bergelombang, termasuk kondisi infrastruktur jalan yang buruk mengakibatkan proses transportasi tandan buah segar (TBS) sawit kerap terkendala. Sebab itu dibutuhkan satu sistem transportasi yang jitu. Salah satunya dengan menggunakan sistem Cableway.
Salah satu kendala di perkebunan kelapa sawit saat usia tanaman sudah masuk TM (Tanaman Menghasilkan) adalah masalah transportasi TBS, yang biasa diangkut dari dalam blok menuju ke PKS (Pabrik Kelapa Sawit). Kondisi topografi di lapangan, seperti areal rawa/rendahan, berbukit/gelombang, kondisi jalan produksi yang tidak terawat maupun jalan akses/key road yang selalu rusak menjadi tantangan bagi setiap planter.
Hal ini membuat banyak waktu dan tenaga terkuras untuk mengangkut TBS dan pada akhirnya mendorong tingginya biaya transportasi di perkebunan. Belum lagi kondisi cuaca ekstrim, seperti curah hujan (CH) yang sangat tinggi, banjir atau cuaca panas dan menimbulkan debu sehingga mengganggu masyarakat sekitar.
Terbatasnya sumber daya alam (SDA), seperti material laterit, sirtu, atau krokos sebagai bahan dasar perawatan jalan di kebun, ikut membuat ongkos perawatan jalan (jalan produksi dan key road) sangat tinggi dan juga mesti menggunakan alat berat dalam perawatan jalan, dan lain - lain
Faktor sosial dan ketersediaan tenaga kerja juga menjadi salah satu masalah utama dalam pengangkutan TBS ke PKS. Sistem konvensional seperti saat ini memberi peluang masyarakat menuntut diberikan surat perintah kerja (SPK) dalam mengangkut TBS dan bisa menimbulkan kecemburuan diantara masyarakat. Demikian halnya dengan ketersediaan tenaga kerja untuk muat TBS - Sudah menjadi kenyataan jika pokok sudah tinggi, maka semakin sulit mencari pemuat.
Banyaknya truk yang lalu lalang di desa juga menimbulkan potensi rawan kecelakaan lalu lintas. Banyak debu dimusim panas juga mengganggu kesehatan/ lingkungan sekitar sehingga seringkali ada masyarakat komplain ke perusahaan dan dapat menimbulkan konflik sosial. Maraknya pencurian TBS saat ini bisa jadi juga karena didukung oleh banyaknya jaringan jalan yang dibangun oleh kebun sehingga sulit mengontrol semuanya.
Material jalan yang digunakan di perkebunan saat ini, berupa tanah laterit, sirtu, krokos dan lain – lain merupakan sumber daya alam yang terbatas karena bisa jadi suatu saat material tersebut habis di alam sehingga harus ada alternatif penggantinya.
Besarnya biaya pembangunan infrastruktur jalan, seperti kebutuhan jembatan, Box Culvert. Gorong-gorong juga menjadi salah satu penyebab tingginya ongkos produksi di kebun.
Namun dengan adanya sistem cableway, biaya infrastruktur jalan di perkebunan diyakini dapat direduksi.
Suatu ketika Penulis melihat video di Youtube tentang transportasi TBS menggunakan sistem cableway di salah satu perkebunan sawit di Colombia, dan ternyata hal ini bisa dilakukan dan kebetulan penulis juga sangat familiar dengan sistem ini. Lantaran ada pengalaman bekerja di perkebunan pisang cavendish, maka penulis mencoba menawarkan ide ini untuk diterapkan di Perkebunan kelapa sawit di Indonesia. (K. Harun/Praktisi Perkebunan Kelapa Sawit)
Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi Mei 2017
Htpp://www.store.infosawit.com www.palmoilmagazine.com







